Bagaimana mungkin dalam kesempatan kemarin Dang Ike menyampaikan bahwa yang paling Tua Belunguh, Nomor 2 Pernong, Nomor 3 Nyerupa, Nomor 4 Bejalan di Way.
Apakah pernyataan itu berdasar dan benar adanya, karena pemahaman masyarakat adat dari tambo dan cerita turun temurun tidak demikian seperti apa yang disampaikan Dang Ike.
Baca juga: Lawatan Budaya ke Pekon Karang Agung, Sultan Skala Brak Apresiasi Polres Tanggamus
“Kami menjadi khawatir justru pernyataan tersebut jika tidak benar adanya menjadi pemicu perpecahan dan menjadi polemik,” ujarnya dikutip pada Jumat (28/10/2022).
Menjadi boomerang, bicara adat, cinta adat, hendak melestarikan adat justru memecah belah persatuan, dan merusak tatanan didalam adat. Niatnya baik tapi caranya salah dan tidak bisa dibenarkan serta di pertanggung jawabkan.
Diketahui sebelumnya Anjau Silau di Pekon Umbul Buah, Kota Agung Timur dihadiri oleh Saibatin Kepaksian Belunguh “Pun Yanuar Firmansyah”, Suttan Junjungan Sakti, didampingi juga oleh Irjend Pol (P) Dr. Ike Edwin. (***)








