Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Oktober Tiba, Tanggamus Siaga Banjir-Longsor dan Karhutla, Dua Hotspot Terdeteksi

×

Oktober Tiba, Tanggamus Siaga Banjir-Longsor dan Karhutla, Dua Hotspot Terdeteksi

Sebarkan artikel ini
Foto: Sehari setelah banjir bandang menerjang sejumlah pekon, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus, Suaidi, turun langsung meninjau titik tanggul yang rusak, Rabu (23/9/2026).

TANGGAMUS – Memasuki Oktober, Pemerintah Kabupaten Tanggamus mulai memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama banjir bandang, tanah longsor dan kebakaran hutan serta lahan (Karhutla).

Langkah tersebut menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut peningkatan curah hujan di wilayah Tanggamus diperkirakan berlangsung lebih cepat mulai Oktober.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pesan kesiapsiagaan itu disampaikan Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi melalui amanat apel yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus Suaidi selaku inspektur upacara di Lapangan Kabupaten Tanggamus, Senin (5/10/2026).

Bupati meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait memperkuat koordinasi dan memastikan sumber daya penanganan bencana siap digunakan sewaktu-waktu.

Kondisi geografis Tanggamus yang memiliki banyak kawasan perbukitan dengan lereng curam serta jaringan anak sungai dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menghadapi peningkatan curah hujan.

BACA JUGA :  Kakon Cabul di Tanggamus Divonis 1,5 Tahun, Korban: Saya Sangat Tidak Puas

“Kondisi ini menuntut perhatian serius dan kesiapsiagaan penuh dari kita semua,” tegas Bupati.

OPD terkait bersama para camat yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Multi Sektor diminta memastikan kesiapan personel, peralatan dan jalur komunikasi selama 24 jam.

Di tingkat wilayah, camat, kepala pekon dan lurah diminta meningkatkan penyampaian informasi kepada masyarakat, terutama warga yang bermukim di lereng perbukitan, bantaran sungai dan lokasi yang memiliki potensi longsor.

Pemkab juga mendorong masyarakat dan aparatur wilayah menggiatkan gotong royong dengan membersihkan drainase, saluran air dan anak sungai dari sampah maupun material yang berpotensi menghambat aliran air.

Dua Hotspot Terdeteksi di Tanggamus

Kewaspadaan pemerintah daerah tidak hanya diarahkan pada ancaman banjir dan longsor. Potensi kebakaran hutan dan lahan juga menjadi perhatian memasuki perubahan kondisi cuaca.

BACA JUGA :  Bendera Merah Putih Usang dan Robek Berkibar di Kantor Pekon Kalimiring, Tanggamus

Dinas Pemadam Kebakaran diminta memastikan kendaraan dan peralatan pemadaman, ketersediaan sumber air, personel serta sistem komunikasi dan respons cepat dalam kondisi siap.

“Jangan menunggu kebakaran menjadi besar baru kita bergerak,” kata Bupati.

Data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan mencatat terdapat 325 titik panas di Provinsi Lampung pada 30 September 2026. Dari jumlah tersebut, dua titik panas terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Tanggamus.

Pemkab menegaskan, keberadaan hotspot tidak dapat langsung disimpulkan sebagai kebakaran. Titik panas merupakan indikasi anomali suhu yang terdeteksi melalui satelit sehingga tetap membutuhkan pengecekan di lapangan.

Karena itu, Damkar, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan hingga pekon diminta rutin memantau informasi SiPongi sekaligus perkembangan cuaca dari BMKG.

BACA JUGA :  UMP Lampung 2026 Naik 5,35 Persen, Lampung Timur dan Tanggamus Tetap “Numpang” UMP

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun menggunakan metode pembakaran ketika membuka atau membersihkan lahan, terutama apabila kondisi kembali panas dan kering.

“Turunnya hujan tidak boleh membuat kewaspadaan kita menurun,” tegasnya.

Pemkab meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan kebakaran lahan, kepulan asap maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada petugas Pemadam Kebakaran dan jajaran lapangan yang selama ini menjalankan pelayanan serta penanganan kejadian di tengah masyarakat.

“Tetap siaga, jaga keselamatan dalam bertugas, tingkatkan kecepatan respons, dan perkuat koordinasi,” pesannya.

Dengan kesiapan pemerintah dan dukungan masyarakat, Pemkab Tanggamus berharap potensi bencana dapat dicegah dan ditangani lebih cepat selama periode peningkatan curah hujan maupun ancaman Karhutla. ***