Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, IPI Buka Peluang Bisnis

×

Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, IPI Buka Peluang Bisnis

Sebarkan artikel ini

wawainews.id, Surabaya – Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) mulai merambah dunia bisnis dengan membentuk Lembaga khusus menangani dunia usaha sebagai upaya pemberdayaan ekonomi khusus bagi kalangan pesantren di Indonesia.

Lembaga khusus yang dipimpin KH. Zaini Ahmad, tersebut berupa yayasan Peningkatan Pengembangan Pesantren Indonesia lkatan Pesantren Indonesia (YPBI IPI). Melalui yayasan tersebut akan mengembangkan usaha di kalangan pesantren di seluruh wilayah Indonesia.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA
KH Zaini Ahmad, Ketua Umum IPI (net)

“Yayasan ini yang nantinya akan mengembangkan usaha di pesantren di seluruh Indonesia,” kata H. Zaini Ahmad, Ketua Umum IPI, di Surabaya, Rabu (3/4/2019).

Baca Juga : Pelantikan Ketua IPI Jakarta

Baca Juga : ketua MUI Jaktim, Dilantik Menjadi Ketua IPI Jakarta


Diatakan pengembangan usaha tersebut juga dalam menjalankan kebijakan Bidang Peningkatan Pengembangan Pesantren Indonesia dan Teknologi Informasi (P3I dan Tl). Hal itu dimaksudkan untuk menangani bidang sosiaI dan ekonomi melalui akselerasi teknologi.

Kedepan imbuhnya melalui program P3I dan TI, akan dimulai dari pertanian, kebutuhan pangan dan perikanan sekaligus terkait dengan pengelolaan keuangan secara syariah. IPI hanya ingin berperan dalam menggerakkan perekonomian di kalangan pesantren dalam memenuhi kebutuhan pokok.

“Kehadiran YPSI IPI dlharapkan dapat meningkatkan percepatan dalam mewujudkan visi dan misi IPI pada khususnya, serta membawa berkah dan manfaat untuk ummat pada umumnya,”ujar Gus Zaini, sapaan akrab Kyai Melenial yang mengusai jaringan bisnis mikro maupun digital ini.

Gus Zaini, menjelaskan, langkah konkret, yang telah dilaksanakan IPI dengan membangun jaringan 100 outlet grosir di beberapa pesantren di Indonesia. Dia menargetkan untuk tahun 2019, bisa terbentuk 10.000 outlet di seluruh Indonesia.

Optimisme tersebut, diakuinya sejak pemerintah menetapkan hari santri nasional, artinya Pemerintah saat ini cukup konsen dalam memperhatikan perkembangan pesantren di ranah air. Untuk itu tukasnya, IPI merasa memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan-pembinaan terhadap pesantren agar turut memiliki jiwa bisnis.

“IPI berharap pemerintah melalui kementerian agama dapat benar-benar hadir di kalangan pesantren,” ujarnya.(*)