PESISIR BARAT – Persaingan dalam Pemilihan Peratin (Pilratin) Serentak Kabupaten Pesisir Barat 2026 mulai memasuki tahap persiapan. Pemerintah kabupaten setempat mengingatkan seluruh calon peratin agar tidak menjadikan kontestasi politik di tingkat pekon sebagai pemicu konflik di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, saat membuka rapat persiapan Deklarasi Damai Calon Peratin di Ruang Batu Gukhi, Senin (5/10/2026).
Irawan menekankan, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Namun, persaingan antarkandidat maupun pendukungnya harus tetap berada dalam koridor aturan dan tidak berkembang menjadi persoalan sosial.
Menurutnya, Pilratin bukan hanya soal memenangkan kontestasi, tetapi juga menentukan sosok yang nantinya akan memimpin pemerintahan pekon, menjalankan pembangunan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, seluruh tahapan pemilihan diminta dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Panitia, calon, pendukung, serta pihak terkait juga diminta menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.
Irawan secara khusus meminta para calon peratin menjadi contoh bagi pendukungnya. Etika dalam berkampanye harus dijaga, sementara tindakan yang berpotensi memprovokasi, memecah masyarakat, atau mengganggu keamanan harus dihindari.
“Deklarasi damai bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun komitmen bersama agar seluruh peserta pemilihan dapat mengikuti setiap tahapan dengan mengedepankan etika, sportivitas, serta kepatuhan terhadap peraturan,” ujar Irawan.
Ia juga meminta panitia pemilihan di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga pekon memperkuat koordinasi. Hal yang sama berlaku bagi perangkat daerah dan aparat terkait agar setiap persoalan selama tahapan pemilihan dapat ditangani sesuai mekanisme.
Yang tak kalah penting, tegas dia, para calon siap menerima hasil pemilihan. Jika muncul keberatan atau persoalan dalam tahapan Pilratin, penyelesaiannya harus ditempuh melalui jalur yang telah diatur, bukan dengan tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Siap menang dan siap menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Perbedaan pilihan jangan sampai memecah persaudaraan dan persatuan masyarakat,” tegasnya.
Irawan berharap Pilratin Serentak 2026 dapat menjadi ruang bagi masyarakat pekon untuk menentukan pemimpinnya secara demokratis tanpa mengorbankan keamanan dan kerukunan.
“Mari kita jadikan Pemilihan Peratin Serentak Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat demokrasi di pekon, mempererat persaudaraan, serta menjaga kondusivitas Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat menegaskan seluruh tahapan Pilratin Serentak 2026 harus berjalan sesuai aturan, dengan keamanan dan persaudaraan masyarakat tetap menjadi prioritas. ***













