Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Megapolitan

Sistem PPDB di Jakarta Tuai keluhan Wali Murid

×

Sistem PPDB di Jakarta Tuai keluhan Wali Murid

Sebarkan artikel ini
Puluhan orang tua murid di lima wilayah di DKI Jakarta mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan karya (Golkar) DKI Jakarta, Sabtu (27/6/2020). Kedatangan mereka untuk mendiskusikan, kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

JAKARTA –  Puluhan orang tua murid di lima wilayah Ibu Kota, mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golongan karya (Golkar) DKI Jakarta, Sabtu (27/6/2020).

Mereka mengadukan terkait kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 di Ibu Kota. Mereka mendiskusi terkiat hal tersebut.

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Kehadiran sekira 35 orang wali murid yang mendaftarkan anaknya PPDB itu, diterima langsung oleh Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI Jakarta, Basri Baco untuk berdiskusi.

“Mereka datang untuk berdiskusi dan saling tukar pikiran. Serta saling memberikan informasi terkait PPDB DKI Jakarta 2020 yang dirasakan sangat merugikan peserta didik. Khususnya yang berusia muda dan memiliki nilai baik. Terutama lagi yang berasal dari ekonomi lemah atau kurang mampu,” ujar Baco saat dikonfirmasi, Minggu (28/6/2020).

Menurut Baco, kisruh PPDB di Jakarta memang harus diselesaikan secara bijak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. “Jadi jumlahnya ada sekitar 35 orang tua siswa yang datang. Sebagian juga sedang ada pertemuan dengan pihak lain dalam usaha mencari keadilan juga,” ujarnya dilansir dari Indo Pos.

Disebutkan Baco, dalam diskusinya dengan Golkar DKI, para orang tua murid masih belum bisa menerima hasil PPDB jalur afirmasi, maupun zonasi. Karena keduanya memakai syarat umur sebagai alat seleksi. Para orang tua murid masih berharap ini bisa dibatalkan karena menurut mereka tidak adil dan sangat diskriminatif bagi anak- anak mereka.

“Tim Hukum Golkar DKi sifatnya memberikan pendampingan dan membantu jika diperlukan oleh para orang tua murid dalam mengambil langkah hukum ataupun non hukum. Kami juga menyampaikan bahwa mereka juga silakan konsultasi dengan  lembaga hukum mana saja dan kepada siapa yang bisa membantu mewujudkan tuntutan mereka. Kami tim Golkar DKI senang saja, yang penting tujuan mereka tercapai,”terang Baco.

Diakui Baco, pihaknya mendapat berbagai info baru dari diskusi dengan para orangtua siswa.

“Misalnya ada anak yang pagar rumahnya nempel dengan pagar sekolah tidak bisa masuk ke sekolah tersebut. Karena usianya lebih muda,” ujarnya.

Baco pun merasa miris, orang tua siswa yang mengadu ke kantornya sebagian besar adalah dari kalangan menengah ke bawah.  “Pada prinsipnya tim hukum Golkar DKI siap membantu perjuangan para orangtua murid. Semoga perjuangan para orangtua murid mecari keadilan bagi anak- anak mereka bisa terwujud,” pungkasnya.

Adapun, kedatangan puluhan orang tua murid ke Kantor DPD I Partai Golkar DKI Jakarta diterima langsung tim hukum Partai Golkar DKI Jakarta, Ronald Sihotang, Parvest dan Moratua Silaban. (mdo)