Scroll untuk baca artikel
Sosial

Anak Penderita Katarak di Talang Padang Butuh Uluran Tangan Dermawan

×

Anak Penderita Katarak di Talang Padang Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sebarkan artikel ini
Febri Kurniawan (7) anak pertama dari pasangan Rano dan Nengsih derita katarak sejak umur dua tahun, foto- Nanang

WAWAINEWS – Febri Kurniawan (7) anak pertama dari pasangan Rano dan Nengsih, di usianya yang masih belia, Febri menderita katarak sejak umur dua tahun.

Febri bersama kedua orangtuanya yang berdomisili di Dusun Rupit, Pekon Negeri Agung, Kecamatan Talang Padang tersebut tergolong keluarga yang tidak mampu.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ayah Febri yakni Rano dan keluarga kecilnya hidup menumpang dikediaman orangtuanya, berprofesi sebagai penjual sapu keliling dengan hasil yang tidak menentu.

BACA JUGA :  Warga Adiwarno, Wujudkan Impian Samini Miliki Rumah Layak Huni

Atas penyakit anaknya,  Rano bingung, pasalnya usahanya berdagang sapu tersebut bahkan kurang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Rano mengatakan, awalnya anaknya mengalami mata memerah, terus dibiarkan namun semakin lama matanya semakin merah, sehingga ia membawa buah hatinya ke dokter.

“Udah saya bawa ke dokter spesialis mata kata dokter anak saya kena katarak dan harus dioperasi,” kata Rano ditemui dikediamannya Rabu (23/3/22).

BACA JUGA :  Dinsos: e-Warong dan Suplayer Cari Untung itu Wajar

Namun, karena terkendala biaya untuk pengobatan hingga saat ini Rano belum bisa membawa putra semata wayangnya itu untuk operasi.

“Sekarang penyakit katarak anak saya membuat mata sebelah kanan menutup dan penglihatan tidak berfungsi dengan baik,” ucapnya.

Atas kondisi anaknya dan kondisi kehidupannya, Rano berharap pemerintah maupun dermawan dapat membantu untuk pengobatan anaknya agar bisa melihat seperti anak anak pada umumnya.

BACA JUGA :  Update Penanganan Kebakaran Rumah Ibu Sarah, Duka yang Belum Usai, Bantuan yang Masih Terlalu Jauh?

“Semoga ada orang yang tersentuh hatinya untuk membantu pengobatan anak saya supaya penglihatannya kembali normal,” harapnya lirih. (*)