KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat memastikan keselamatan masyarakat selama proses pembangunan Flyover Bulak Kapal. Menindaklanjuti arahan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi akan menempatkan personel di sejumlah perlintasan sebidang kawasan Bulak Kapal dan Ampera yang dinilai rawan kepadatan serta kecelakaan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bekasi dalam menjaga keamanan pengguna jalan sekaligus memastikan arus lalu lintas tetap terkendali selama proyek strategis tersebut berlangsung.
Selama masa konstruksi flyover, pergerakan kendaraan di sekitar jalur perlintasan kereta diperkirakan mengalami peningkatan kepadatan. Untuk itu, Dishub Kota Bekasi akan menurunkan petugas guna melakukan pengaturan lalu lintas dan memberikan peringatan langsung kepada pengendara saat kereta akan melintas.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan menjadi langkah penting untuk meminimalisir potensi kecelakaan.
“Selama pengerjaan flyover, kami akan siagakan personel di perlintasan sebidang, terutama di titik-titik rawan. Ini untuk memastikan masyarakat tetap aman saat melintas,” ujar Tri Adhianto.
Selain menempatkan petugas, Dishub Kota Bekasi juga akan melakukan penataan sementara di sekitar lokasi. Sejumlah barrier pengaman, rambu lalu lintas tambahan, serta penunjuk jalur aman akan dipasang untuk membantu pengguna jalan melintas dengan lebih tertib dan aman.
Penataan ini sekaligus menjadi upaya preventif agar masyarakat lebih waspada saat berada di sekitar jalur rel kereta.
Pemkot Bekasi tak hanya mengandalkan pengamanan manual. Bersama Dinas Komunikasi dan Informatika, Dishub juga tengah menyiapkan sistem peringatan dini berbasis suara di titik perlintasan.
Sistem ini nantinya akan memberikan alarm beberapa saat sebelum kereta melintas, sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk berhenti dan menghindari area berbahaya.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi solusi cepat yang efektif sambil menunggu pembangunan flyover selesai.
Pembangunan Flyover Bulak Kapal sendiri diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik perlintasan sebidang di kawasan tersebut. Selama ini, titik Bulak Kapal dan Ampera dikenal padat kendaraan serta memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi.
Dengan hadirnya flyover, arus kendaraan ke depan akan terpisah dari jalur kereta api, sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aman.
Wali Kota Bekasi menegaskan, seluruh langkah yang dilakukan Pemkot Bekasi saat ini berorientasi pada perlindungan masyarakat.
Kehadiran petugas Dishub, pemasangan barrier, rambu tambahan, hingga alarm suara merupakan bukti bahwa pemerintah daerah hadir memberikan solusi nyata selama proyek berjalan.
Melalui langkah cepat dan terukur ini, Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan keseriusannya dalam menata kawasan Bulak Kapal. Tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.***













