LAMPUNG – Perburuan terhadap komplotan begal bersenjata api yang menewaskan Bripka (Anumerta) Arya Supena memasuki babak baru. Tim gabungan Polda Lampung dikabarkan telah mengantongi identitas awal para terduga pelaku usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi kunci.
Kasus penembakan brutal terhadap anggota Polri tersebut kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, menyusul aksi para pelaku yang dinilai nekat dan tidak segan menggunakan senjata api saat beraksi.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan penyelidikan terus berkembang dan mengarah kepada beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi berdarah tersebut.
“Secara penyelidikan itu sudah mengerucut kepada beberapa pelaku,” ujar Yuni dalam program Sapa Indonesia Pagi, Minggu (10/5/2026).
Polda Lampung memastikan pengejaran dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai satuan dan jajaran kepolisian di wilayah hukum Lampung. Polisi juga terus menelusuri jejak pelaku berdasarkan rekaman CCTV, keterangan saksi, hingga barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
“Tim gabungan bergerak cepat untuk melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat,” kata Yuni.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku segera ditangkap sekaligus mengungkap kemungkinan adanya jaringan kriminal lain yang terlibat dalam kasus tersebut.
Diketahui video rekaman CCTV setelah peristiwa tragis pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan Jalan Zainal Abidin Pagar Alam, Kedaton, Bandar Lampung beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar itu itu, terlihat Bripka Arya Supena diketahui tengah dalam perjalanan dinas membawa laporan untuk Kapolda Lampung. Dalam perjalanan, naluri kepolisian korban muncul ketika melihat gerak-gerik mencurigakan sejumlah pria yang diduga hendak mencuri sepeda motor milik warga.
Korban kemudian mencoba menggagalkan aksi pencurian tersebut. Sempat terjadi pergulatan antara korban dan pelaku di tepi jalan.
Dalam situasi itu, senjata api milik pelaku sempat terjatuh. Namun kondisi berubah fatal setelah pelaku berhasil merebut kembali senjata tersebut dan melepaskan tembakan ke arah korban.
Bripka Arya Supena mengalami luka tembak serius di bagian kepala dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Selain memburu para pelaku, polisi juga masih mendalami jenis senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut. Aparat menaruh perhatian khusus karena penggunaan senjata api dalam aksi begal dinilai meningkatkan ancaman terhadap keselamatan masyarakat.
Kasus ini sekaligus menjadi alarm meningkatnya eskalasi kriminalitas jalanan bersenjata di Bandar Lampung.
Polda Lampung menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kriminal bersenjata yang meresahkan masyarakat.
Kepergian Bripka Arya Supena memicu gelombang duka sekaligus kemarahan publik. Banyak warga menilai korban gugur saat menjalankan naluri pengabdiannya sebagai anggota Polri yang berusaha melindungi masyarakat dari aksi kejahatan. Kemarahan warga di media sosial begitu massif.***











