Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Blok 2 Basement Pasar Baru Disiapkan! Pedagang Juanda Segera Tempati Rumah Baru di Jantung Kota Bekasi

×

Blok 2 Basement Pasar Baru Disiapkan! Pedagang Juanda Segera Tempati Rumah Baru di Jantung Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Blok 2 Basement Pasar Baru, Kota Bekasi, sedang ditata untuk relokasi pedangang di Jl. Juanda, Selasa (23/6) - foto dok

KOTA BEKASI – Kawasan Blok 2 Basement Pasar Baru Kota Bekasi mulai berbenah. Area yang selama ini kurang optimal dimanfaatkan itu kini dipersiapkan menjadi lokasi relokasi pedagang yang sebelumnya beraktivitas di sepanjang Jalan Ir H Juanda.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi menata kawasan perdagangan sekaligus menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam gedung Pasar Baru. Di saat trotoar dan badan jalan dikembalikan pada fungsi semestinya, basement pasar justru disiapkan menjadi ruang usaha baru bagi para pedagang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan seluruh pedagang telah difasilitasi untuk menempati kios maupun lapak yang tersedia di dalam area pasar.

“Kami tidak mengambil ruang usaha pedagang. Justru kami ingin para pedagang memiliki tempat yang lebih baik sehingga usahanya bisa berkembang,” kata Tri, dalam siaran pers dikutip Wawai News, Selasa (23/6).

Penataan Pasar Baru menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembalikan fungsi ruang publik yang selama ini mengalami berbagai penyimpangan.

Trotoar yang semestinya digunakan pejalan kaki kerap berubah menjadi area berdagang, sementara badan jalan menyempit akibat aktivitas ekonomi yang tidak tertata.

Akibatnya, kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari dan kenyamanan masyarakat terganggu.

Kini, Pemerintah Kota Bekasi berupaya mengubah kondisi tersebut secara bertahap.

Bagi sebagian warga, langkah ini dianggap sebagai upaya mengembalikan fungsi kota yang selama ini “dipinjam” oleh berbagai kepentingan.

Sebab sejatinya trotoar dibangun untuk pejalan kaki, bukan showroom dadakan. Saluran air dibuat untuk mengalirkan hujan, bukan menjadi tempat singgah sampah. Dan jalan raya tentu lebih nyaman digunakan kendaraan dibanding menjadi lokasi parkir aktivitas yang tak beraturan.

Tri Adhianto menegaskan penataan yang dilakukan bukan sekadar memindahkan pedagang dari satu titik ke titik lainnya.

Menurutnya, pemerintah tengah membangun sistem perdagangan yang lebih sehat dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Selain menyediakan lokasi usaha yang lebih representatif, pemerintah juga membenahi berbagai fasilitas pendukung seperti drainase, penerangan jalan, akses pejalan kaki, hingga konektivitas kawasan.

“Tujuan utama penataan ini bukan memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, melainkan menghadirkan solusi yang bisa bertahan dalam jangka panjang,” tegas Tri.

Ia meyakini pasar yang bersih, aman, dan tertata akan lebih menarik bagi masyarakat.

Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin besar pula peluang peningkatan omzet para pedagang.

“Kalau pasar bersih, nyaman dan tertata, masyarakat akan datang. Ketika masyarakat datang, pedaganglah yang paling merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Tri juga mengingatkan bahwa persoalan kawasan pasar yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak mungkin selesai hanya dengan satu kali penertiban.

Pemerintah harus melalui tahapan panjang mulai dari pendataan pedagang, dialog, penyediaan tempat usaha, koordinasi lintas instansi hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Karena itu, ia menolak pendekatan yang hanya bersifat sesaat.

“Kita tidak ingin hanya melakukan penertiban sesaat. Yang kita lakukan adalah penataan menyeluruh agar persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Tri, Pasar Baru dan Pasar Pondok Gede menjadi dua kawasan yang saat ini menjadi fokus pembenahan pemerintah.

Keduanya selama ini menjadi titik aktivitas ekonomi yang tinggi, namun juga menyimpan berbagai persoalan klasik perkotaan.

Pemerintah Kota Bekasi optimistis langkah penataan ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dalam jangka panjang.

Bukan hanya membuat kawasan menjadi lebih tertib, tetapi juga meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah ketatnya persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

Karena di era sekarang, masyarakat tidak hanya mencari harga murah. Mereka juga mencari kenyamanan, keamanan, akses yang mudah, dan lingkungan yang bersih.

“Masalah yang sudah puluhan tahun tentu tidak bisa selesai dalam hitungan hari. Tetapi yang terpenting adalah hari ini kita mulai menyelesaikannya satu per satu. Pemerintah hadir, bekerja, dan memastikan perubahan itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Tri.

Dengan dimulainya penataan Blok 2 Basement Pasar Baru, Pemerintah Kota Bekasi berharap kawasan yang selama ini dikenal semrawut perlahan berubah menjadi pusat ekonomi rakyat yang modern, tertib, dan tetap berpihak kepada pedagang kecil.***

BACA JUGA :  Alami Surplus Capaian PAD 1 Persen, Bapenda Beberkan Strateginya