Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Diduga Rem Blong, Mobil MBG Hantam Lapak UMKM di Bekasi Timur: Pedagang Gorengan Kritis

×

Diduga Rem Blong, Mobil MBG Hantam Lapak UMKM di Bekasi Timur: Pedagang Gorengan Kritis

Sebarkan artikel ini
Sebuah mobil pengantar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga hilang kendali dan menabrak lapak UMKM di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/6/2026) - foto doc

KOTA BEKASI – Sebuah mobil pengantar program Makanan Bergizi Gratis (MBG) diduga hilang kendali dan menabrak lapak UMKM di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (12/6/2026). Insiden tersebut membuat suasana pagi yang biasanya dipenuhi aktivitas pedagang mendadak berubah menjadi kepanikan.

Kecelakaan terjadi di Jalan Pulau Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Mobil boks berwarna putih itu terlihat mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan setelah menghantam deretan kios pedagang di depan minimarket Alfamart.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Akibat kejadian tersebut, sedikitnya empat orang dilaporkan mengalami luka-luka. Seorang pedagang gorengan bahkan disebut berada dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

BACA JUGA :  Giliran Disdik Kota Bekasi Beri Klarifikasi Terkait Audiensi yang Diajukan BMPS

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, kendaraan melaju dalam kondisi tidak terkendali sebelum akhirnya menghantam lapak UMKM di pinggir jalan.

Salah seorang saksi mata, Sanjaya, warga Perumahan 3 Bekasi Timur, mengatakan mobil sempat meluncur cukup cepat dan tidak mampu dihentikan pengemudi.

“Mobil langsung nyelonong, kayak sopir sudah nggak bisa kontrol,” ujar Sanjaya.

Dugaan sementara, kecelakaan dipicu rem blong. Namun hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

BACA JUGA :  Pleno di PPK Bekasi Selatan Segera Selesai

Pengemudi mobil juga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.

Benturan keras membuat sejumlah lapak pedagang rusak berantakan. Barang dagangan berserakan di sekitar lokasi, sementara warga dan pengendara yang melintas langsung berhamburan memberikan pertolongan.

Peristiwa ini kembali memperlihatkan bagaimana pelaku UMKM sering menjadi pihak paling rentan ketika kecelakaan terjadi di kawasan padat aktivitas warga.

Ironisnya, di tengah upaya pemerintah mendorong ekonomi kerakyatan, lapak kecil di pinggir jalan justru kerap menjadi “tameng pertama” ketika kendaraan kehilangan kendali.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kendaraan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah mana.

BACA JUGA :  Bekasi Siapkan Kepala Sekolah Baru: Dari Guru ke Kursi Kepala, Lewat Jalur “BCKS” Bukan Bisikan

Pihak kepolisian masih melakukan pendataan korban, pemeriksaan kendaraan, serta menghitung potensi kerugian materi akibat kecelakaan tersebut.

Belum ada keterangan resmi mengenai total kerusakan maupun identitas lengkap pengemudi.

Sementara para korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Di media sosial, insiden ini langsung menjadi perhatian warga. Banyak yang berharap program distribusi makanan bergizi tetap memperhatikan faktor keselamatan kendaraan dan kelayakan operasional di lapangan.

Sebab makanan bergizi memang penting, tetapi kendaraan pengantarnya juga jangan sampai bikin warga “masuk IGD gratis”.***