Scroll untuk baca artikel
PendidikanZona Bekasi

Di Tengah Polemik SPMB, Orang Tua Justru Apresiasi Pemkot Bekasi: Sistem Dinilai Transparan dan Berpihak pada Warga

×

Di Tengah Polemik SPMB, Orang Tua Justru Apresiasi Pemkot Bekasi: Sistem Dinilai Transparan dan Berpihak pada Warga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi SPMB

KOTA BEKASI – Di tengah munculnya berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Kota Bekasi Tahun 2026, sejumlah orang tua siswa justru menyampaikan apresiasi terhadap Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan yang dinilai telah berupaya menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Salah seorang wali murid menilai seluruh proses seleksi sudah dapat dipantau melalui aplikasi resmi sehingga masyarakat dapat melihat hasil penerimaan secara terbuka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurutnya, nama peserta yang diterima muncul sesuai data pada sistem sehingga peluang praktik titipan ataupun intervensi menjadi semakin kecil.

“Kalau sekarang semua sudah kelihatan di aplikasi. Siapa yang diterima, semua terbuka. Tidak perlu lagi mencari siapa-siapa karena sistem yang bekerja,” ujar Ahmad Juaini kepada Wawai News, Rabu (08/7) .

BACA JUGA :  Forum Masyarakat Cinta Bekasi: Langkah Tri Adhianto Akhiri Era Transaksi Jabatan
Ahmad Juaini Mantan Ketua Organda Kota Bekasi

Ia juga memberikan apresiasi kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan yang dinilai bekerja keras memperbaiki sistem penerimaan siswa baru.

Menurutnya, perubahan memang tidak mungkin memuaskan seluruh pihak, namun upaya pemerintah sudah berada pada jalur yang benar.

“Pemerintah tugasnya melayani masyarakat, bukan menjadi alat untuk memuaskan semua orang. Selama prosesnya terbuka dan terus diperbaiki, itu yang paling penting.”tandas dia.

Selain sistem digital, pelayanan di Dinas Pendidikan juga dinilai mengalami peningkatan.

Orang tua mengaku masyarakat yang mengalami kendala dalam pembuatan akun maupun proses pendaftaran tetap mendapat pendampingan langsung dari petugas.

“Bahkan kalau ada yang kesulitan membuat akun, datang ke Disdik juga dilayani sampai selesai. Artinya pemerintah tidak hanya membuat aplikasi, tetapi juga tetap membuka pelayanan langsung.”ujar dia memberi contoh

BACA JUGA :  Catat, Pj Wali Kota Bekasi Minta Humas PT Sinergitas Sampaikan Informasi Terkait Kinerja

Ia juga menilai persoalan utama bukan terletak pada mekanisme penerimaan, melainkan keterbatasan jumlah sekolah negeri di sejumlah wilayah.

Sebagai contoh, Kelurahan Sepanjang Jaya hanya memiliki satu SMP Negeri, sementara jumlah lulusan SD setiap tahun jauh lebih banyak.

Dalam kondisi tersebut, menurutnya pemerintah telah memberikan pilihan sekolah negeri lain yang masih berada dalam wilayah terdekat.

“Kalau sekolahnya memang hanya satu, tentu semua tidak mungkin tertampung. Ini persoalan daya tampung, bukan semata-mata persoalan sistem.”tukasnya lagi.

Di tengah berbagai kritik yang berkembang, wali murid berharap seluruh pihak tetap mengedepankan solusi.

Ia mengingatkan bahwa evaluasi memang penting dilakukan, namun jangan sampai membangun opini yang membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap sistem tanpa didukung data yang kuat.

BACA JUGA :  Taruna Politeknik KP Diminta Menjaga Kearifan dan Kebijakan Lokal

“Kalau semua orang harus puas, mungkin pemerintah harus buka SMP di setiap RT. Faktanya, yang dikerjakan sekarang adalah memaksimalkan fasilitas yang ada sambil terus melakukan perbaikan.”ujar wali murid lainnya.

Meski memberikan apresiasi, orang tua tersebut tetap berharap Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB setiap tahunnya.

Ia meyakini masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, namun hal tersebut tidak menghilangkan kerja keras seluruh tim penyelenggara.

“Tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga pemimpin. Tapi kalau sudah bekerja maksimal dan mau terus memperbaiki kekurangan, itu yang patut diapresiasi.”tuturnya.

AJ atau Ahmad Juaini menutup dengan mendoakan agar Wali Kota Bekasi, Plt Kepala Dinas Pendidikan, dan seluruh panitia SPMB diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan tugas meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bekasi.***