Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Bukan Lagi Sekadar Kandang Persija, Stadion Patriot Disiapkan Jadi Mesin Uang Kota Bekasi

×

Bukan Lagi Sekadar Kandang Persija, Stadion Patriot Disiapkan Jadi Mesin Uang Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Tri Adhianto Wali Kota Bekasi bersama Putra Nasution di Stadion Chandra Baga

KOTA BEKASI – Selama bertahun-tahun, Stadion Patriot Candrabhaga seolah memiliki dua wajah. Saat pertandingan sepak bola digelar, ribuan suporter memadati tribun, pedagang meraup keuntungan, hotel dan restoran ikut bergeliat. Namun ketika peluit panjang dibunyikan dan lampu stadion dipadamkan, kawasan itu kembali sunyi, menyisakan bangunan megah yang menunggu agenda berikutnya.

Bagi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, kondisi itu tak boleh menjadi takdir sebuah stadion bernilai ratusan miliar rupiah.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam pandangannya, stadion bukan sekadar tempat mengejar skor kemenangan, melainkan aset kota yang harus bekerja setiap hari untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.

Membangun stadion megah jauh lebih mudah daripada membuatnya tetap hidup setelah pertandingan usai. Banyak stadion berdiri gagah sebagai simbol prestise, tetapi lebih sering menjadi “monumen beton” yang hanya ramai saat kompetisi berlangsung.

BACA JUGA :  Dampak Efisiensi, PHRI Bekasi Ingatkan Rantai Ekonomi Bisa Putus Pelan-pelan

Tri ingin mengubah cerita itu.

Ia menargetkan Stadion Patriot Candrabhaga mampu bersaing dengan stadion-stadion terbaik di Indonesia melalui konsep sport tourism dan pengembangan kawasan sport city.

“Kami ingin Stadion Patriot menjadi rumah bagi pertandingan olahraga, konser musik internasional, festival, pameran, hingga berbagai event berskala nasional dan internasional. Stadion sebesar ini harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, bukan hanya ramai saat pertandingan sepak bola,” ujar Tri Adhianto.

Visi tersebut bukan sekadar menambah daftar agenda hiburan. Yang ingin dibangun adalah sebuah ekosistem ekonomi.

Ketika puluhan ribu orang datang menghadiri pertandingan, konser, atau festival, yang bergerak bukan hanya stadion.

Hotel-hotel menerima tamu, restoran dipenuhi pengunjung, pengemudi transportasi memperoleh penumpang, pedagang kecil mendapat pembeli, hingga pelaku UMKM menikmati peningkatan omzet.

Di situlah olahraga berubah menjadi industri.

Karena itu, Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan pengelolaan Stadion Patriot secara profesional melalui kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki pengalaman mengelola venue bertaraf internasional. Tujuannya sederhana tetapi ambisius: memastikan stadion memiliki kalender kegiatan sepanjang tahun, bukan hanya menunggu jadwal liga.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Bekasi Lepas Ekspor Perdana Aneka Produk IKM

Lebih jauh, Stadion Patriot akan menjadi pusat kawasan sport city yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas olahraga lain seperti GOR Bang Yan dan venue bertaraf internasional lainnya.

Tri meyakini, dengan ekosistem tersebut, Bekasi memiliki peluang menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional maupun internasional yang mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Ketika ribuan orang datang menghadiri sebuah event, bukan hanya stadion yang hidup. Hotel terisi, restoran ramai, UMKM mendapat pelanggan, transportasi bergerak, dan ekonomi Kota Bekasi ikut tumbuh. Bagi kami, olahraga bukan hanya soal prestasi, tetapi juga industri yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Di balik rencana besar itu, Tri juga berbicara tentang warisan pembangunan.

BACA JUGA :  Perda LGBT Bekasi Dikebut, Klaim 6.000 Orang Jadi Alarm: Solusi Sosial atau Politik Moral?

Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah tidak diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri, melainkan dari seberapa lama manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Ia ingin pembangunan di Bekasi saling terhubung dalam satu visi besar.

Persoalan sampah diarahkan menjadi sumber energi.

Transportasi diposisikan sebagai magnet investasi.

Ruang publik dikembangkan menjadi pusat ekonomi kreatif.

Sementara Stadion Patriot diharapkan menjadi lokomotif sport tourism yang menggerakkan banyak sektor sekaligus.

“Saya ingin Bekasi dikenal sebagai kota yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Sampah menjadi energi, stadion menjadi penggerak sport tourism, transportasi menjadi magnet investasi, ruang publik menjadi pusat ekonomi kreatif, dan seluruh pembangunan itu bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Yang kami bangun hari ini adalah fondasi Kota Bekasi untuk 20 hingga 30 tahun ke depan,” tutup Tri Adhianto.***