Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Bekasi Melesat Jadi Kota Metropolis! Groundbreaking Stasiun Baru Picu Era TOD

×

Bekasi Melesat Jadi Kota Metropolis! Groundbreaking Stasiun Baru Picu Era TOD

Sebarkan artikel ini
Foto: Prosesi dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe

KOTA BEKASI – Kota Bekasi memasuki babak baru transformasi sebagai kota metropolis modern. Percepatan pembangunan infrastruktur dan sistem transportasi terintegrasi membuat Bumi Patriot tidak lagi dipandang sekadar sebagai kota penyangga Jakarta, melainkan tumbuh menjadi pusat hunian, investasi, bisnis, dan aktivitas ekonomi baru di kawasan Jabodetabek.

Momentum penting tersebut ditandai dengan groundbreaking pembangunan Stasiun Kereta Api Extension Bekasi yang digelar pada Jumat. Prosesi ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pembangunan stasiun yang diinisiasi Summarecon bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Kota Bekasi. Proyek tersebut tidak hanya menghadirkan stasiun baru, tetapi juga mengintegrasikan kawasan hunian, pusat bisnis, ruang publik, dan transportasi massal berbasis KRL dalam satu ekosistem perkotaan modern.

BACA JUGA :  Tri Adhianto Gerak Cepat Tangani Dampak Hujan Angin di Jatiasih, Bantuan Hingga Rp15 Juta untuk Rumah Rusak

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan, pembangunan TOD merupakan tonggak penting yang semakin memperkuat transformasi Kota Bekasi menjadi kota yang terkoneksi dan berdaya saing tinggi.

“Akses yang semakin mudah membuat Bekasi tidak lagi dipersepsikan sebagai sekadar lokasi tinggal lalu bekerja di Jakarta. Kota ini kini menjadi tujuan untuk menetap, berinvestasi, dan beraktivitas. Bumi Patriot telah bertransformasi menjadi kota metropolis modern yang terkoneksi,” ujar Harris Bobihoe.

BACA JUGA :  Didampingi FKMPB, Wakil Ketua DPRD Bekasi Sidak ke Desa Sumberjaya

Menurutnya, modernisasi transportasi publik melalui penguatan layanan KRL Commuter Line, pengembangan LRT, jaringan jalan tol, hingga integrasi antarmoda telah mengubah pola mobilitas masyarakat secara signifikan. Infrastruktur yang semakin lengkap menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Transformasi tersebut juga terlihat dari pesatnya pembangunan kawasan komersial, pusat gaya hidup, institusi pendidikan unggulan, hingga layanan kesehatan modern yang terus berkembang. Kondisi itu memperkuat posisi Bekasi sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan paling progresif di wilayah sekitar Jakarta.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) sendiri dinilai menjadi solusi atas tantangan urbanisasi yang semakin kompleks. Melalui pendekatan ini, kawasan permukiman terutama hunian vertikal dikembangkan berdampingan dengan area komersial, ruang terbuka publik, dan transportasi massal sehingga seluruh aktivitas masyarakat dapat dijangkau dengan lebih mudah dan efisien.

BACA JUGA :  Bupati Bekasi Mulai “Cuci Gudang”, Direksi BUMD yang Bermasalah Siap-Siap Dibilas

Selain meningkatkan konektivitas, penerapan TOD diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, menekan kemacetan, sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon di kawasan perkotaan.

Dengan hadirnya Stasiun Kereta Api Extension Bekasi, Pemerintah Kota Bekasi optimistis transformasi Bumi Patriot menuju kota metropolis berkelas dunia akan semakin cepat terwujud. Proyek ini menjadi simbol perubahan wajah Bekasi sebagai kota modern yang tidak hanya menjadi penyangga ibu kota, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang kompetitif dan berkelanjutan. ***