Scroll untuk baca artikel
WISATA

149,69 Juta Perjalanan! Jabar Diserbu Wisatawan, Whoosh Ikut Jadi Magnet Baru

×

149,69 Juta Perjalanan! Jabar Diserbu Wisatawan, Whoosh Ikut Jadi Magnet Baru

Sebarkan artikel ini
kereta cepat
kereta cepat

BANDUNG – Jawa Barat tampaknya sedang mendapat giliran menjadi tempat orang-orang melarikan diri sejenak dari rutinitas. Bukan cuma warga lokal yang gemar jalan-jalan, wisatawan mancanegara pun mulai berdatangan.

Hingga Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jawa Barat menembus 149,69 juta perjalanan, tumbuh 5,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut bahkan menjadi yang tertinggi untuk periode Januari-Agustus sejak 2021.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dengan angka sebesar itu, Jawa Barat boleh dibilang tidak kekurangan tamu. Tinggal satu pertanyaan: apakah seluruh destinasi dan pelaku usaha pariwisata sudah siap menerima tamu sebanyak itu?

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat yang dirilis Kamis (1/10/2026) memperlihatkan geliat pariwisata Jabar dari berbagai sisi, mulai dari perjalanan wisatawan domestik, kedatangan wisatawan asing, hingga tingkat hunian hotel.

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, sepanjang Januari-Agustus 2026 jumlah perjalanan wisnus mencapai 149,69 juta perjalanan, meningkat 5,78 persen secara tahunan.

“Jumlah perjalanan wisnus periode Januari sampai Agustus 2026 merupakan yang tertinggi dibandingkan periode yang sama sejak 2021,” kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Kamis (1/10/2026).

BACA JUGA :  Baru Dua Bulan Menikah, Warga Bandung Gantung Diri Dikontrakan

Dari jumlah tersebut, Bodebek, Bogor, Depok, Bekasi dan Bandung Raya menjadi magnet utama, dengan porsi gabungan mencapai 52,41 persen dari total tujuan perjalanan wisnus.

Artinya, lebih dari separuh perjalanan wisatawan nusantara yang menuju Jawa Barat terkonsentrasi di dua kawasan tersebut.

Bagi pelaku usaha kuliner, hotel, transportasi, pusat oleh-oleh hingga destinasi wisata, angka itu tentu bukan sekadar deretan angka di layar komputer. Itu berarti jutaan pergerakan manusia yang berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.

Dan bagi wisatawan, mungkin sederhananya: Jabar masih punya cukup banyak alasan untuk didatangi asal jangan cuma datang untuk mengeluh macet.

Menariknya, pergerakan wisatawan asing tidak hanya mengandalkan pesawat.

Kereta Cepat Whoosh mulai memainkan peran penting sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

BPS mencatat 127.885 kunjungan WNA masuk Jawa Barat melalui Whoosh sepanjang Januari-Agustus 2026. Mereka datang melalui Stasiun Tegalluar, Padalarang dan Karawang.

BACA JUGA :  Liburan Jadi Seru dan Asyik Naik Kereta Masa Kini

Namun, Tegalluar menjadi pintu masuk paling dominan dengan kontribusi mencapai 87,85 persen.

Pada Agustus saja, jumlah WNA yang masuk melalui Whoosh mencapai 22.189 kunjungan, naik 23,65 persen dibandingkan Agustus tahun sebelumnya.

Kereta cepat yang sebelumnya identik dengan urusan mengejar waktu perjalanan kini punya cerita tambahan: ikut membawa orang datang untuk menikmati Jawa Barat.

Sementara itu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati juga mencatat kenaikan kunjungan wisman.

Pada Agustus 2026 terdapat 308 kunjungan wisman melalui Kertajati, meningkat 32,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Wisatawan berkewarganegaraan Singapura menjadi kelompok terbesar dengan porsi 58,77 persen.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional.

Kenaikan 32,76 persen terdengar menggelegar, tetapi basis kunjungannya masih relatif kecil, yakni 308 kunjungan pada Agustus.

Jadi, persentasenya memang melompat, tetapi belum berarti Kertajati sedang penuh sesak oleh turis asing.

Di sinilah statistik menjadi menarik: satu angka menunjukkan pertumbuhan, angka lainnya menunjukkan skala sebenarnya.

Hotel Ikut Kebagian Rezeki, Meski Belum Penuh

Geliat perjalanan juga tercermin dari tingkat penghunian kamar hotel berbintang.

BACA JUGA :  Hingga Juli, Tercatat 13.912 Anak Terpapar COVID di Bekasi

Pada Agustus 2026, TPK hotel bintang mencapai 47,99 persen. Secara tahunan, angka tersebut naik 5,86 poin.

Artinya, aktivitas wisata memang ikut memberikan dorongan terhadap sektor akomodasi.

Tetapi sekali lagi, angka 47,99 persen juga menunjukkan bahwa kamar hotel belum sepenuhnya penuh.

Dengan kata lain, wisatawannya sudah jalan-jalan, tetapi masih ada banyak kamar yang menunggu tamu pulang dari jalan-jalan.

Data yang dikutip ANTARA juga mencatat Kabupaten Karawang memiliki TPK hotel bintang tertinggi sebesar 69,30 persen, disusul Kota Depok 63,90 persen pada Agustus 2026.

Dominasi Bodebek dan Bandung Raya menunjukkan bahwa arus wisatawan masih terkonsentrasi di kawasan tertentu.

Ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pengembangan pariwisata Jawa Barat.

Sebab, ketika wisatawan sudah mencapai 149,69 juta perjalanan, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana membuat orang datang.

Data BPS menunjukkan mesin pariwisata Jawa Barat sedang bergerak. Wisnus mencapai 149,69 juta perjalanan, Whoosh mengangkut 127.885 kunjungan WNA dalam delapan bulan, Kertajati mencatat kenaikan kunjungan pada Agustus, dan TPK hotel bintang mencapai 47,99 persen.***