Scroll untuk baca artikel
INFO WAWAI

Kopi Hitam Disebut Bisa Bantu Panjang Umur, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Berat Badan dan Penyakit Metabolik

×

Kopi Hitam Disebut Bisa Bantu Panjang Umur, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Berat Badan dan Penyakit Metabolik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Secangkir Kopi- foto Kopi Sekanak

JAKARTA — Secangkir kopi hitam bukan sekadar teman memulai pagi atau penahan kantuk saat pekerjaan menumpuk. Minuman yang akrab dengan keseharian masyarakat ini juga kerap dikaitkan dengan pengendalian berat badan hingga potensi hidup lebih panjang. Namun, benarkah kebiasaan minum kopi bisa membantu seseorang berumur panjang?

Spesialis gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa salah satu kaitan konsumsi kopi dengan kesehatan terletak pada efeknya terhadap rasa lapar dan metabolisme tubuh. Kedua mekanisme tersebut berpotensi membantu pengendalian berat badan, meskipun pengaruhnya tidak selalu besar dan berbeda pada setiap orang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut dr. Yaze, kopi dapat membuat sebagian orang merasa kenyang lebih lama sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan atau camilan di luar kebutuhan berkurang.

“Sebenarnya karena dikaitkan kopi yang bikin lebih lama laparnya, seperti tertahan sementara. Jadi akhirnya kita juga enggak ngambil makanan atau camilan sembarangan karena ngerasa sudah kenyang,” kata dr. Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026), sebagaimana dikutip wawai news dalam laporan yang menjadi sumber naskah ini.

Ia menambahkan, rasa kenyang dapat membantu seseorang membatasi kebiasaan mengambil makanan secara berlebihan.

“Biasanya kalau orang sudah kenyang, dia akan berhenti untuk ngambil makanan sembarangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Inilah Tips Bagi Jemaah Haji Saat Ibadah ke Masjid Nabawi dengan Meninggalkan Hotel

Meski demikian, efek menahan lapar tersebut bersifat sementara. Kopi bukan pengganti makanan bergizi, dan berkurangnya nafsu makan tidak selalu berarti seseorang akan mengalami penurunan berat badan.

Kafein Membantu Metabolisme, tetapi Efeknya Terbatas

Selain memengaruhi rasa lapar, kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan pengeluaran energi tubuh dalam jangka pendek. Efek ini menjadi salah satu alasan kopi kerap dibicarakan dalam kaitannya dengan pengendalian berat badan.

“Kopi juga ngebantu untuk meningkatkan laju metabolisme sedikit, jadi akhirnya dia bisa membantu pembakaran kalorinya agak lebih cepat walaupun cuma sedikit,” jelas dr. Yaze.

Ia mengaitkan mekanisme tersebut dengan kemungkinan penurunan berat badan dan berkurangnya risiko penyakit metabolik.

“Dengan begitu, berarti dia membantu juga untuk menurunkan berat badan. Akhirnya dia menurunkan risiko penyakit metabolik,” tuturnya.

Namun, peningkatan metabolisme akibat kafein tidak serta-merta menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan. Hasilnya tetap dipengaruhi jumlah kalori yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kebiasaan hidup secara keseluruhan.

Dengan kata lain, kopi bisa menjadi bagian dari pola hidup sehat, tetapi bukan jalan pintas untuk membakar lemak. Mengandalkan kopi tanpa memperbaiki pola makan dan aktivitas fisik ibarat berharap kendaraan melaju lebih jauh hanya dengan mengganti satu komponen kecil, sementara kebiasaan mengemudinya tidak berubah.

BACA JUGA :  Festival Kopi Lampung, Arinal Cicipi Kopi Tanggamus

Benarkah Kopi Hitam Bisa Memperpanjang Umur?

Pertanyaan tentang kopi dan umur panjang perlu dijawab dengan hati-hati. Sejumlah penelitian observasional menemukan hubungan antara konsumsi kopi dalam jumlah moderat dan risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit kronis serta kematian dini. Akan tetapi, hubungan statistik tersebut tidak membuktikan bahwa kopi secara langsung membuat seseorang hidup lebih lama.

Ada sejumlah faktor yang perlu diperhitungkan, termasuk kebiasaan merokok, pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, dan gaya hidup peminum kopi. Karena itu, manfaat yang ditemukan dalam penelitian tidak bisa langsung diterjemahkan menjadi jaminan bahwa setiap orang yang rutin minum kopi akan memiliki usia lebih panjang.

Pengendalian berat badan memang penting karena kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah gangguan metabolik, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Namun, penurunan risiko penyakit tidak hanya ditentukan oleh satu jenis minuman.

Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, tidak merokok, dan pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Kopi Hitam Tanpa Gula, Pilihan yang Lebih Rendah Kalori

Jika ingin menikmati kopi sebagai bagian dari pola hidup sehat, kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer tinggi kalori dapat menjadi pilihan yang lebih rendah kalori dibandingkan sejumlah minuman kopi manis.

BACA JUGA :  Imlek 2025, Tahun Ular Kayu Berikut Karakteristik Shio Menurut Budaya Tionghoa

Meski begitu, kandungan kafein tetap perlu diperhatikan. Konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, kecemasan, gangguan lambung pada sebagian orang, hingga kesulitan tidur. Sensitivitas setiap orang terhadap kafein juga berbeda.

Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, berbagai otoritas kesehatan menggunakan batas sekitar 400 miligram kafein per hari sebagai acuan umum yang biasanya tidak dikaitkan dengan efek negatif. Angka tersebut bukan target konsumsi, karena kandungan kafein berbeda menurut jenis biji, ukuran sajian, dan cara penyeduhan. Ibu hamil atau mereka yang memiliki kondisi medis tertentu perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Waktu minum juga penting. Kopi yang dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas istirahat, sementara tidur yang buruk justru bisa menyulitkan pengendalian nafsu makan dan berat badan.

Pada akhirnya, kopi hitam bukan ramuan ajaib untuk panjang umur. Minuman ini berpotensi memberikan manfaat sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat, tetapi hasilnya bergantung pada banyak faktor yang saling berkaitan.

Secangkir kopi boleh menjadi teman memulai hari. Namun, untuk menjaga tubuh tetap sehat hingga usia lanjut, yang lebih menentukan adalah apa yang dilakukan sepanjang hari: makanan yang dipilih, gerak tubuh yang dijaga, tidur yang dicukupi, dan kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten. ***