Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

Dijanjikan Lolos Kerja tapi Diminta Uang? Pemprov Jabar Buka Jalur Aduan

×

Dijanjikan Lolos Kerja tapi Diminta Uang? Pemprov Jabar Buka Jalur Aduan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Amplop
Ilustrasi amplop

KARAWANG – Modus percaloan dan penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja masih menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Masyarakat yang dimintai uang dengan iming-iming diterima bekerja di perusahaan kini diimbau melaporkan kejadian tersebut melalui aplikasi Sapawarga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, mengatakan laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh pengawas ketenagakerjaan di wilayah terkait.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pengawas akan menelusuri pihak yang diduga melakukan percaloan, termasuk jika pelakunya sulit ditemukan atau identitasnya belum diketahui.

“Kalau susah dicari, tidak tahu orangnya siapa, akan kami telusuri di media sosial. Kami koordinasi dengan Disnakertrans lain,” kata Kim dalam kegiatan bursa kerja daring di Karawang International Industrial City, Jumat (9/10/2026).

BACA JUGA :  Pleno di PPK Bekasi Selatan Segera Selesai

Ia menegaskan, proses mendapatkan pekerjaan semestinya tidak membebani pelamar dengan pungutan biaya. Karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap pihak yang meminta uang dengan menjanjikan kelulusan seleksi atau akses masuk ke perusahaan tertentu.

“Usaha mendapatkan pekerjaan itu tidak dipungut biaya apa pun,” ujarnya.

Pemprov Jabar Sediakan Aplikasi Pencari Kerja

Selain Sapawarga sebagai saluran pengaduan, Pemprov Jawa Barat juga mengandalkan aplikasi Nyari Gawe untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

Melalui layanan tersebut, pelamar dapat mencari informasi lowongan dan mengajukan lamaran tanpa harus menggunakan perantara. Langkah ini diharapkan mempersempit ruang gerak calo yang memanfaatkan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.

BACA JUGA :  Triwulan I - 2024, Perekonomian Jabar Tumbuh, Pengangguran Turun

Perusahaan Ingatkan Modus Penipuan Rekrutmen

Peringatan serupa disampaikan PT Everpro Indonesia Technologies. Perwakilan bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia perusahaan tersebut, Niryani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyosialisasikan kewaspadaan terhadap penipuan rekrutmen melalui media sosial.

Perusahaan juga menginformasikan kontak resmi yang digunakan dalam proses perekrutan. Pelamar diminta memeriksa keaslian identitas pengirim pesan apabila menerima informasi yang mengatasnamakan perusahaan.

Menurut Niryani, sejumlah orang pernah dihubungi pihak yang mengaku membawa kabar kelulusan seleksi di PT Everpro Indonesia Technologies. Bahkan, ada pelamar yang diberi informasi bahwa mereka akan segera menandatangani kontrak kerja.

Namun, setelah diperiksa, kontak pengirim pesan tersebut bukan alamat resmi perusahaan.

BACA JUGA :  Kasihan Syamil Alami Lumpuh Usai Dirawat di RSUD Kota Bekasi

“Oknum itu bilangnya pelamar kerja sudah diterima. Ada juga yang diinfokan akan tanda tangan kontrak kerja, padahal kami tidak mengirimkan info itu,” kata Niryani.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai pesan yang menyatakan kelulusan rekrutmen, terutama jika berasal dari nomor atau alamat kontak yang tidak dikenal.

Pelamar yang menerima informasi meragukan disarankan melakukan konfirmasi melalui saluran resmi atau mendatangi perusahaan secara langsung.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak terburu-buru mentransfer uang kepada pihak yang menjanjikan pekerjaan. Memeriksa keaslian lowongan dan jalur komunikasi perusahaan menjadi langkah penting agar pencarian kerja tidak berujung kerugian. ***