TANGGAMUS – Suasana cemas menyelimuti warga Pekon Simpang Bayur, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus. Seorang petani bernama Sugiyo (60) dilaporkan hilang secara misterius setelah diduga terseret derasnya arus Sungai Way Semuong saat memancing, Senin (13/4/2026).
Hingga kini, upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian bersama warga, menembus medan terjal dan aliran sungai yang berbahaya.
Sugiyo terakhir kali terlihat mengenakan kaos lengan panjang berwarna kehijauan dan celana training hitam saat berpamitan kepada keluarganya sekitar pukul 14.30 WIB. Meski cuaca saat itu mulai mendung, ia tetap bersikeras pergi memancing, mengabaikan kekhawatiran anaknya, Agung Widianto (26).
Kekhawatiran itu terbukti. Menjelang sore, hujan di wilayah hulu menyebabkan debit Sungai Way Semuong meningkat drastis. Air meluap, bahkan sempat menggenangi permukiman warga di Pekon Gunungdoh. Namun hingga malam hari, Sugiyo tak kunjung pulang.
Panik, keluarga dan warga langsung melakukan pencarian mandiri. Jejak kaki yang diduga milik korban ditemukan di sekitar lokasi memancing, sekitar 3 kilometer dari rumahnya. Dugaan semakin kuat setelah dua warga mengaku sempat melihat Sugiyo memancing di lokasi tersebut sebelum hujan turun.
Memasuki hari kedua, aparat kepolisian turun tangan. Dipimpin langsung Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, tim gabungan menyisir aliran sungai yang dipenuhi bebatuan licin dan jalur sulit diakses.
Setiap jengkal sungai ditelusuri. Namun hingga sore hari, hasil masih nihil.
“Medan cukup berat, bebatuan licin dan arus sungai deras. Tapi pencarian terus kami lanjutkan,” ujar Kapolsek.
Dari hasil analisis sementara, kuat dugaan Sugiyo terseret arus deras yang tiba-tiba meningkat saat ia masih berada di tepi sungai.
Pencarian rencananya akan dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran hingga ke hilir, melibatkan koordinasi dengan Basarnas, BPBD, serta unsur lainnya.
Di tengah upaya tanpa henti itu, harapan keluarga tetap menyala. Warga sekitar juga diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan bahaya aktivitas di sekitar sungai saat cuaca tidak menentu. Dalam sekejap, alam bisa berubah menjadi ancaman mematikan. ***













