Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Resmikan Dua Puskesmas Baru, Walkot Bekasi: Tinggal Satu Kelurahan Lagi yang Belum Kebagian Layanan Kesehatan

×

Resmikan Dua Puskesmas Baru, Walkot Bekasi: Tinggal Satu Kelurahan Lagi yang Belum Kebagian Layanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bekasi sidak ke Puskesmas Jatiranggon, Jatisampurna dan menemukan Kapus tidak ada di tempat, Rabu 18 Juni 2025 - foto doc

KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kembali memotong pita kali ini untuk meresmikan Puskesmas Jatirangga dan Puskesmas Jatiraden.

Dua fasilitas kesehatan ini menjadi bukti bahwa Pemkot Bekasi benar-benar mengejar target RPJMD, bukan hanya menempelkannya di dokumen tebal yang jarang dibaca.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dari total 56 kelurahan di Kota Bekasi, dua kelurahan tersebut kini resmi masuk klub eksklusif “Kelurahan dengan Puskesmas Sendiri”, menjadikannya yang ke-54 dan ke-55.

BACA JUGA :  Open House di Rumah Tri Adhianto Hadir Kapolres, Dandim 0507 dan Masyarakat Kota Bekasi

Artinya, tinggal satu kelurahan lagi yang masih menunggu nasib semoga bukan karena kelurahannya kebetulan jauh dari jalur seremoni.

Peresmian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar. Selain itu, dua puskesmas baru ini diharapkan dapat meringankan beban puskesmas-puskesmas lama yang selama ini seperti rumah makan Padang saat jam makan siang: penuh, sibuk, dan serba keterbatasan.

BACA JUGA :  Praktisi Hukum Jelaskan Beda Pinjaman dan Titipan

Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan puskesmas ini bukan sekadar “program wajib tampil”, tetapi komitmen pemerintah untuk mempermudah akses kesehatan bagi seluruh warga.

“Dengan berdirinya Puskesmas Jatirangga dan Puskesmas Jatiraden, kita ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki akses yang layak terhadap layanan kesehatan dasar. Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menghadirkan pelayanan yang bermutu, berkualitas, dan merata di seluruh wilayah,” ujar Tri.

Ia menambahkan bahwa puskesmas ini diharapkan menjadi pusat layanan yang tidak hanya menangani warga ketika sudah sakit, tetapi juga mampu memberikan edukasi, pencegahan, dan pendampingan kesehatan.

BACA JUGA :  Sambut Nataru 2025–2026, Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Operasi Lilin: Negara Hadir Saat Kota Berpesta

Sebab, dalam banyak kasus, masyarakat lebih akrab dengan obat warung ketimbang penyuluhan kesehatan yang benar.

Dengan diresmikannya dua puskesmas ini, Pemkot Bekasi menegaskan langkah nyata menuju sektor kesehatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan tepat sasaran sejalan dengan slogan yang kian sering terdengar: Bekasi nyaman kotanya, sejahtera warganya.***