KOTA BEKASI – Aksi kemanusiaan yang dilakukan LSM GMBI Distrik Kota Bekasi hari ini menjadi pengingat keras bahwa solidaritas bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata di lapangan.
Di saat sebagian pihak hanya sibuk berdebat di ruang rapat dan panggung politik, para anggota GMBI turun langsung ke jalan, bertatap muka dengan masyarakat, mengulurkan tangan demi membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Sumatra Barat dan Aceh.
Ketua LSM GMBI KSM Medan Satria, Bang Roy, menegaskan bahwa tragedi kemanusiaan tidak mengenal warna organisasi, batas wilayah, ataupun kepentingan politik.
“Ketika rakyat menangis, maka panggilan kita adalah hadir bukan berwacana,” ujarnya.
Menurutnya, ormas dan LSM tidak boleh hidup hanya saat isu panas merebak. Ada kewajiban moral untuk berada di garis depan ketika masyarakat benar-benar membutuhkan uluran tangan.
Bang Roy menambahkan, gerakan kemanusiaan ini adalah bukti bahwa GMBI bukan organisasi yang hanya bersuara keras saat mengkritik, tetapi juga mampu bertindak cepat, terstruktur, dan penuh empati.
Semangat gotong royong yang menjadi warisan bangsa terus dijaga, bukan dengan kata-kata, tetapi dengan aksi yang menyentuh langsung kehidupan warga yang terdampak bencana.
“Kami hadir bukan sekadar membawa bantuan. Kami datang membawa pesan bahwa rakyat tidak pernah berjalan sendirian. Selama masih ada gerakan sosial seperti GMBI, solidaritas kemanusiaan tidak akan padam.” tegas Bang Roy.
Aksi hari ini bukan akhir, tetapi awal dari rangkaian komitmen panjang untuk memastikan bahwa setiap rupiah, setiap tenaga, dan setiap kepedulian benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
GMBI menempatkan dirinya bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai rumah besar kepedulian bagi masyarakat.***












