Scroll untuk baca artikel
Lingkungan HidupZona Bekasi

Groundbreaking PSEL Bekasi Batal Digelar Hari Ini, Presiden Prabowo Dahulukan Bali, Proyek Rp Triliunan Kembali Tertunda

×

Groundbreaking PSEL Bekasi Batal Digelar Hari Ini, Presiden Prabowo Dahulukan Bali, Proyek Rp Triliunan Kembali Tertunda

Sebarkan artikel ini
Kondisi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, (foto_wwn)
Kondisi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sumur Batu, Bantar Gebang, Kota Bekasi, (foto_wwn)

KOTA BEKASI – Harapan Kota Bekasi untuk menjadi panggung awal dimulainya mega Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) harus tertunda. Seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang sedianya digelar Rabu (8/7/2026) dan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto mendadak bergeser. Pemerintah pusat memutuskan mendahulukan agenda serupa di Bali, sementara Bekasi diminta bersabar menunggu giliran.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengaku telah menerima informasi mengenai perubahan agenda tersebut. Menurutnya, Kota Bekasi sejatinya sudah siap menyambut kedatangan Presiden beserta dimulainya proyek yang selama bertahun-tahun dinanti masyarakat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Seharusnya hari ini jadwal groundbreaking. Namun tampaknya tidak bersamaan, agenda kita ditunda. Informasi yang kami terima, Bali terlebih dahulu, baru kemudian Kota Bekasi menyusul,” ujar Tri kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

BACA JUGA :  Ditetapkan Tersangka Pejabat Pemkot Bekasi Langsung Ditahan?

Ia mengatakan hingga kini belum ada tanggal pasti pelaksanaan seremoni di Bekasi. Informasi sementara menyebutkan jadwal kemungkinan bergeser sekitar dua pekan setelah agenda di Bali.

“Kami belum tahu pasti tanggalnya. Yang kami terima, sekitar dua minggu setelah Bali. Mekanismenya masih menunggu keputusan pemerintah pusat,” katanya.

Padahal, berbagai persiapan teknis telah dirampungkan. Kawasan proyek di Sumurbatu sudah dibersihkan, lahan dipersiapkan, hingga skenario penyambutan tamu negara telah disusun.

Namun, seluruh kesiapan itu kini harus menunggu satu keputusan dari Jakarta.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Andi Frenky, memastikan penundaan bukan disebabkan persoalan teknis di lapangan.

BACA JUGA :  Ade Puspita Dukung Penundaan PTM di Kota Bekasi

“Diundur karena keputusan penetapan jadwalnya berada di bawah Kemenko Pangan,” ujarnya sebagaimana dikutip Wawai News.

Penundaan tersebut hanya menyangkut seremoni groundbreaking. Proyek PSEL jadi perhatian karena merupakan salah satu program strategis nasional yang digadang-gadang menjadi solusi atas persoalan sampah kronis di Kota Bekasi dan kawasan Jabodetabek.

Dengan teknologi waste to energy, fasilitas ini dirancang mampu mengolah sekitar 1.800 ton sampah per hari menjadi energi listrik sekitar 30 MW. Nilai investasinya diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 triliun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Jika beroperasi sesuai target, PSEL akan mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang yang selama puluhan tahun menjadi lokasi penampungan jutaan ton sampah dari Jakarta dan Bekasi.

BACA JUGA :  Belajar Tata Ruang ke Bekasi, DPRD Ternate Disuguhi Fakta Kota Sesak

Selain menghasilkan listrik, proyek ini diharapkan menekan emisi gas rumah kaca, mengurangi volume sampah yang ditimbun, serta menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.

Penundaan groundbreaking memang bukan kabar yang diinginkan. Namun Pemerintah Kota Bekasi memastikan proyek tetap berjalan sesuai rencana dan hanya menunggu kepastian jadwal dari pemerintah pusat.

Di tengah gunungan sampah yang terus bertambah setiap hari, masyarakat tentu berharap penundaan ini benar-benar hanya soal kalender, bukan soal komitmen. Sebab sampah tidak pernah mengenal kata “ditunda” setiap hari ia tetap datang, sementara solusi yang dijanjikan masih menunggu aba-aba untuk benar-benar dimulai.***