Scroll untuk baca artikel
Lingkungan Hidup

Heboh! 91 Ton Hasil Lomba Tangkap Ikan Sapu-sapu di BKT, Langsung Dikubur Demi Selamatkan Ekosistem

×

Heboh! 91 Ton Hasil Lomba Tangkap Ikan Sapu-sapu di BKT, Langsung Dikubur Demi Selamatkan Ekosistem

Sebarkan artikel ini
Ratusan warga memadati bantaran kanal untuk mengikuti lomba menangkap ikan sapu-sapu yang digelar dalam rangka Dursa Vaganza, (foto_sh/kolase)

JAKARTA – Pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (5/7/2026). Ratusan warga memadati bantaran kanal untuk mengikuti lomba menangkap ikan sapu-sapu yang digelar dalam rangka Dursa Vaganza. Kegiatan yang awalnya ditargetkan sebagai aksi lingkungan ini justru menghasilkan tangkapan luar biasa.

Dalam sehari, peserta berhasil mengangkat 91.235 kilogram atau lebih dari 91 ton ikan sapu-sapu dari perairan BKT. Jumlah tersebut jauh melampaui target panitia dan menunjukkan tingginya populasi spesies invasif tersebut di saluran air Jakarta.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Seluruh ikan hasil tangkapan tidak dijual ataupun dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi. Panitia bersama instansi terkait langsung melakukan pemusnahan dengan cara menguburkannya di lokasi yang telah disiapkan sesuai prosedur lingkungan.

BACA JUGA :  Banjir Rendam 8 Kecamatan di Kabupaten Bandung, Bantuan Sudah Diturunkan

Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Budi Santoso, mengatakan populasi ikan sapu-sapu di BKT sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Menurutnya, ikan tersebut berkembang biak dengan sangat cepat, tidak memiliki predator alami, serta mengganggu keseimbangan ekosistem karena mengurangi populasi ikan lokal. Selain itu, keberadaannya juga dinilai berpotensi merusak struktur dasar saluran air yang berpengaruh terhadap fungsi pengendalian banjir.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya nyata pemerintah bersama masyarakat dalam mengendalikan penyebaran spesies invasif sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga ekosistem perairan.

BACA JUGA :  Pipa Misterius ke Way Sekampung: Dugaan Jadi Saluran Pembuangan Limbah PT PSM 2

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, komunitas pecinta lingkungan hingga kelompok nelayan, ikut terlibat dalam perlombaan tersebut.

Ketua Panitia Dursa Vaganza, Siti Aminah, mengungkapkan target awal hanya sekitar 50 ton ikan sapu-sapu. Namun hasil yang diperoleh hampir dua kali lipat dari perkiraan.

Ia menyebut tingginya hasil tangkapan menjadi bukti bahwa populasi ikan sapu-sapu di BKT memang sudah sangat mendominasi dan perlu dikendalikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan proses pemusnahan dilakukan melalui penguburan higienis agar tidak menimbulkan pencemaran maupun risiko penyebaran penyakit.

BACA JUGA :  Kandang Sapi Ditengah Pemukiman, DLH Lamtim Segera Sidak ke Desa Merandungsari

Penguburan dilakukan dengan kedalaman tertentu dan ditutup lapisan tanah sehingga bangkai ikan dapat terurai secara alami tanpa mencemari lingkungan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana memperluas kegiatan pengendalian ikan sapu-sapu ke saluran air lain yang memiliki tingkat populasi tinggi. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melepas ikan sapu-sapu peliharaan ke sungai atau kanal karena menjadi salah satu penyebab utama penyebaran spesies invasif tersebut.

Kegiatan Dursa Vaganza sendiri merupakan agenda tahunan yang menggabungkan aksi pelestarian lingkungan, olahraga air, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sungai dan kanal di Jakarta. ***