Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Tri Adhianto Tancap Gas Benahi Bekasi: Bongkar Bangunan Liar Penyebab Limbah Meluap, Lanjut Tanam 200 Pohon Demi Kota yang Lebih Sehat

×

Tri Adhianto Tancap Gas Benahi Bekasi: Bongkar Bangunan Liar Penyebab Limbah Meluap, Lanjut Tanam 200 Pohon Demi Kota yang Lebih Sehat

Sebarkan artikel ini
Tri Adhianto Wali Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memilih menghabiskan akhir pekannya bukan di balik meja rapat, melainkan turun langsung ke lapangan. Dalam satu hari, ia memimpin dua agenda berbeda namun memiliki satu tujuan yang sama: memperbaiki kualitas lingkungan Kota Bekasi.

Mulai dari meninjau puluhan bangunan liar yang menutup saluran air di Kecamatan Medan Satria hingga memimpin penanaman 200 pohon di kawasan Danau Duta Harapan, Tri mengirim pesan bahwa persoalan lingkungan tak bisa diselesaikan hanya lewat spanduk bertuliskan “Mari Jaga Kebersihan”.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sebab, banjir limbah tak akan surut hanya dengan slogan, dan udara sejuk tak akan datang hanya lewat unggahan media sosial.

Peninjauan pertama dilakukan di Jalan Tanafit, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, setelah pemerintah menerima banyak keluhan warga mengenai genangan air limbah rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama.

Hasil inspeksi menunjukkan persoalan utama bukan semata hujan, melainkan saluran air yang kehilangan fungsi akibat dipenuhi sekitar 80 bangunan liar sepanjang kurang lebih 500 meter.

BACA JUGA :  Wakil Ketua Komisi III Kibarkan Rapor Merah Serapan Anggaran Pemkot Bekasi 2025

Bangunan tersebut bahkan berdiri hingga sekitar 13 meter dari badan jalan, menutup akses petugas sekaligus menghambat aliran air.

Akibatnya, limbah domestik berwarna hitam dan berbau menyengat meluap ke permukiman warga.

Ironisnya, yang menggenang bukan air hujan, melainkan air bekas aktivitas rumah tangga yang setiap hari harus dihirup dan dilihat masyarakat.

“Fungsi utama saluran air adalah mengalirkan air dengan lancar, bukan tertutup oleh bangunan. Kami akan mempercepat proses penertiban sesuai prosedur agar normalisasi dapat segera dilakukan,” tegas Tri Adhianto.

Ia memastikan Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan penertiban sesuai ketentuan hukum agar normalisasi saluran dapat segera dilaksanakan.

Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar urusan estetika kota, tetapi sudah menyangkut kesehatan masyarakat.

Tri menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), kecamatan, hingga kelurahan untuk bergerak cepat menyusun langkah teknis.

Mulai dari penertiban bangunan liar, pembukaan akses alat berat hingga normalisasi saluran harus dilakukan secara terpadu.

“Jangan sampai masyarakat terus hidup berdampingan dengan genangan air limbah yang mengganggu kesehatan. Setelah penertiban dilakukan, normalisasi harus segera dilaksanakan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sudah Diberi Teguran Dua Kali, Tapi Limbah Pabrik Bakso di Jatirangga Masih Mengalir ke Kali Cikeas

Warga berharap persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu akhirnya benar-benar mendapatkan solusi.

Sebab selama ini, yang mengalir bukan hanya limbah, tetapi juga kesabaran masyarakat yang terus diuji.

Usai Urus Drainase, Tri Langsung Tanam 200 Pohon di Danau Duta Harapan

Usai meninjau kawasan Medan Satria, Tri Adhianto melanjutkan agenda ke Danau Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara.

Di lokasi tersebut, ia memimpin penanaman 200 pohon sebagai bagian dari target besar Pemerintah Kota Bekasi menanam 3 juta pohon.

Penanaman dilakukan bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kiswatiningsih, Kepala Dinas BMSDA Idi Sutanto, Forum RW, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Menurut Tri, pohon bukan sekadar penghias kota.

Vegetasi memiliki fungsi penting sebagai penyerap air hujan, penghasil oksigen, penurun suhu udara, sekaligus benteng alami menghadapi perubahan iklim.

“Hari ini kita menanam 200 pohon sebagai bagian dari percepatan target program 3 juta pohon. Ini bukan sekadar menanam, tetapi menyiapkan warisan lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu kita,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program penghijauan tidak diukur dari banyaknya bibit yang ditanam saat seremoni, melainkan dari seberapa serius pohon tersebut dirawat hingga tumbuh besar.

BACA JUGA :  Jelang Ramadhan, Disperindag Kota Bekasi Akan Gelar Pasar Murah, Catat Jadwalnya!

Bekasi Tak Cukup Dihijaukan Lewat Baliho

Tri juga mengajak masyarakat ikut menjaga pohon yang telah ditanam.

Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi pemerintah dan warga.

Danau Duta Harapan dinilai memiliki potensi besar menjadi ruang terbuka hijau sekaligus kawasan resapan air yang penting bagi Kota Bekasi.

Suasana gotong royong terlihat saat Forum RW, masyarakat, dan perangkat daerah bersama-sama menanam pohon di sejumlah titik.

Pemandangan itu menjadi pengingat sederhana bahwa menjaga lingkungan tidak selalu membutuhkan pidato panjang.

Kadang cukup dimulai dengan satu cangkul, satu pohon, dan kemauan untuk tidak membiarkan kota kalah oleh beton.

Sebab pada akhirnya, banjir tak mengenal jabatan, limbah tak memilih alamat, dan pohon tidak pernah bertanya siapa yang menanamnya.

Pemerintah Kota Bekasi berharap penertiban bangunan liar dan percepatan penghijauan dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih sehat, lebih hijau, serta lebih nyaman dihuni masyarakat.***