KOTA BEKASI – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi menjajaki kolaborasi strategis dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi untuk memperkuat pembinaan UMKM, membuka peluang usaha bagi perajin lokal, serta memperluas pemasaran produk unggulan daerah hingga pasar nasional.
Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui pertemuan Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar atau yang akrab disapa QRS, dengan Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono.
Salah satu agenda konkret yang dibahas adalah pemberdayaan perajin batik lokal. QRS menawarkan peluang kepada perajin binaan Dekranasda untuk memproduksi seragam batik KADIN Kota Bekasi. Selanjutnya, KADIN akan membantu memperluas pemasaran produk tersebut melalui jaringan dunia usaha hingga ke tingkat nasional.
QRS mengatakan, kolaborasi antara KADIN dan Dekranasda perlu diarahkan pada penciptaan peluang usaha yang nyata bagi pelaku UMKM dan perajin lokal.
“Kami ingin potensi yang dimiliki para perajin dan pelaku UMKM Kota Bekasi bisa terhubung langsung dengan jaringan dunia usaha. Contohnya, kebutuhan seragam batik KADIN bisa diproduksi oleh perajin lokal. Setelah itu, kami akan membantu membuka akses pemasaran yang lebih luas, sehingga produk mereka memiliki kesempatan untuk berkembang hingga pasar nasional,” ujar QRS.
Menurutnya, KADIN memiliki jaringan pengusaha dan pelaku usaha dari berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar produk lokal. Selain membuka peluang produksi, kedua pihak juga akan menjajaki program pembinaan bersama agar UMKM semakin siap bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar.
Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menyambut baik inisiatif dan komitmen KADIN Kota Bekasi tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dunia usaha terhadap pengembangan perajin dan produk unggulan daerah.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Tentu menjadi peluang yang sangat positif bagi para perajin dan pelaku UMKM binaan Dekranasda. Harapannya, produk-produk lokal semakin berkembang, memiliki pasar yang lebih luas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Bekasi,” ungkap Wiwiek.
Kedua pihak juga berencana menuangkan sinergi tersebut dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan pelaksanaan program kolaborasi, termasuk pembinaan UMKM dan pengembangan peluang usaha bagi perajin lokal.
Dalam pertemuan tersebut, QRS turut membahas soal rencana penyelenggaraan KADIN Fest 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Januari 2027.
Wiwiek menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan bahwa Dekranasda Kota Bekasi akan memanfaatkan momentum KADIN Fest untuk menampilkan berbagai produk unggulan binaannya. Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan dapat membuka peluang promosi, mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli, serta memperluas jejaring usaha.
QRS berharap KADIN Fest dapat menjadi ruang kolaborasi berbagai sektor usaha, termasuk industri kreatif dan UMKM lokal.
“Kami ingin KADIN Fest juga menjadi kesempatan bagi produk-produk unggulan Kota Bekasi untuk mendapatkan panggung yang lebih luas. Ketika dunia usaha, pemerintah, dan komunitas UMKM saling terhubung, akan semakin banyak peluang ekonomi yang bisa diciptakan,” tutup QRS.
Melalui sinergi KADIN dan Dekranasda, pengembangan UMKM di Kota Bekasi diharapkan semakin terarah, mulai dari pembinaan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pemasaran dan penciptaan peluang usaha yang berkelanjutan.***













