Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Nunggu Bus TransJakarta Berujung Maut! Truk Molen Rem Blong Tewaskan 6 Orang di Bekasi

×

Nunggu Bus TransJakarta Berujung Maut! Truk Molen Rem Blong Tewaskan 6 Orang di Bekasi

Sebarkan artikel ini
Truk molen bernomor polisi B 9584 MV mengalami rem blong saat melintasi jalan menurun hingga menghantam tembok Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kota Bekasi Minggu (1/11) sore - foto doc

KOTA BEKASI – Niat warga menunggu bus TransJakarta untuk melanjutkan perjalanan berubah menjadi tragedi berdarah. Sebuah truk molen bermuatan beton diduga mengalami rem blong di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, pada Minggu (1/11/2026) sore. Kendaraan berat itu kehilangan kendali, menghantam tembok Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), lalu menerjang warga di sekitar halte. Enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu bukan sekadar tabrakan kendaraan berat. Di antara para korban terdapat dua anak kecil yang saat kejadian berada di sekitar lokasi. Mereka menjadi bagian dari warga yang tengah menunggu angkutan umum, tanpa pernah membayangkan perjalanan pulang atau aktivitas sore itu akan berubah menjadi petaka.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Truk molen bernomor polisi B 9584 MV tersebut melaju dari arah Unisma menuju Rawapanjang. Ketika melewati jalan menurun di depan Kampus UBSI, pengemudi mengaku tidak mampu lagi mengendalikan kendaraan karena sistem pengereman mengalami gangguan.

BACA JUGA :  Pemkot Bekasi Komitmen Tanggulangi Stunting dan Pemenuhan Gizi Anak

Kanit Gakkum Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, mengatakan berdasarkan keterangan awal pengemudi, terjadi kebocoran angin pada sistem pengereman sehingga kendaraan tidak dapat dihentikan.

“Si sopir menerangkan bahwasannya sudah tidak bisa mengendalikan mobil. Penyebabnya adalah remnya sudah tidak bisa melakukan pengereman,” kata Rojali di lokasi kejadian, Minggu (1/11/2026).

Dalam kondisi kendaraan yang terus melaju, pengemudi berusaha menghindari warga yang sedang menunggu bus TransJakarta dengan membanting setir ke kiri. Namun, truk justru menghantam tembok kampus dan menerjang area tempat warga berada.

“Pada saat sebelum membentur warga masyarakat yang sedang menunggu bus di halte, yang bersangkutan membanting setir ke kiri dan membenturkan ke tembok yang ada pada Universitas BSI,” ujarnya.

BACA JUGA :  Miris, Diduga Sakit dan Kelaparan Gelandangan Tewas di Halte Terminal Bekasi

Enam Meninggal, Dua Anak Kecil Ikut Jadi Korban

Rojali mengungkapkan enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Satu korban berada di Rumah Sakit Siloam Rawapanjang, sedangkan lima lainnya dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi.

Enam korban lainnya mengalami luka-luka. Empat orang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Juwita dan dua lainnya di RS Siloam Rawapanjang.

Truk yang terlibat merupakan kendaraan pengangkut beton yang saat kejadian masih membawa muatan cor dan sedang dalam perjalanan menuju wilayah Bekasi.

“Mobil ini kan mobil molen, mobil molen yang ada muatannya,” jelas Rojali.

Satpam Kampus Lari Menyelamatkan Diri, Sempat Angkat Korban

Kengerian kecelakaan itu disaksikan langsung Sutiman (50), petugas keamanan Kampus UBSI yang berada tidak jauh dari lokasi.

Sutiman mengaku melihat truk melaju dari jalan menurun. Menyadari kendaraan tersebut bergerak tak terkendali ke arahnya, ia spontan berlari menyelamatkan diri.

“Mepet ke tembok, saya lagi berdiri langsung lari. Kalau lari mungkin langsung kena,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Camat Jatisampurna Ngaku Tahu Polisi Bongkar Tambang Ilegal di Jatirangga dari Media

Setelah kejadian, Sutiman turut membantu mengevakuasi korban. Ia melihat sejumlah warga tergeletak di sekitar lokasi, termasuk dua anak kecil yang ikut menjadi korban.

“Ada sekitar enam orang lah yang jadi korban, ada dua anak kecil. Saya juga bantu angkat,” katanya.

Di tengah kepanikan, warga dan petugas berupaya memberikan pertolongan kepada para korban sebelum mereka dibawa ke rumah sakit.

Sopir Diamankan, Polisi Periksa Kondisi Truk

Pasca-kecelakaan, polisi mengamankan pengemudi truk molen untuk menjalani pemeriksaan. Sejumlah saksi mata juga dimintai keterangan guna mengungkap rangkaian kejadian.

Penyidik masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi teknis kendaraan dan sistem pengereman serta mencocokkan keterangan pengemudi dengan kesaksian warga.

Dugaan rem blong dan kebocoran angin masih menjadi keterangan awal yang disampaikan pengemudi, bukan kesimpulan akhir penyelidikan.