Scroll untuk baca artikel
Politik

Akhiri Era ‘Lu Lagi-Lu Lagi’, Nawal Husni Resmi Nahkodai PPP Kota Bekasi

×

Akhiri Era ‘Lu Lagi-Lu Lagi’, Nawal Husni Resmi Nahkodai PPP Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Bang Nawal resmi Nahkodai PPP Kota Bekasi seetelah terpilih aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) IX Kota Bekasi, Minggu (3/5)- foto doc

KOTA BEKASI – Musyawarah Cabang (Muscab) IX Kota Bekasi akhirnya melahirkan satu nama. Terpilih secara mufakat, atau dalam bahasa politik yang lebih jujur, “semua sepakat karena tak ada yang maju” Nawal kini resmi menakhodai DPC PPP di Kota Patriot .

Dengan gaya santai tapi penuh pesan tersirat, pria yang akrab disapa Bang Nawal ini langsung melempar jargon yang terdengar segar, mengakhiri tradisi “4L” Lu Lagi, Lu Lagi. Sebuah sindiran halus (atau mungkin tidak terlalu halus) untuk wajah-wajah lama yang terlalu betah di kursi empuk partai.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Nawal Husni buru-buru meluruskan isu “penunjukan langsung” yang sempat berembus. Katanya, semua sudah sesuai AD/ART. Prosesnya panjang dari Plt, ke Rapimcab, lalu hening. Tak ada yang mendaftar.

Akhirnya, PAC berembuk. Dan seperti banyak kisah politik lainnya, mufakat pun jatuh pada satu nama yang kebetulan siap.

“Sudah kami buka kesempatan, tapi tidak ada yang maju,” kata Nawal. Kalimat yang dalam politik bisa berarti banyak hal, dari “tidak ada yang berani” sampai “tidak ada yang diizinkan”.

Soal polemik internal, Nawal memilih menyebutnya “dinamika”. Istilah klasik yang sering dipakai untuk meredam konflik tanpa harus membuka isi dapur.

BACA JUGA :  Antisipasi Keresahan Warga, Wali Kota Bekasi Perintahkan BPBD Cari Sumber Bau Gas

“Bukan pengkhianatan,” tegasnya mengatakan yang ada hanya “perbedaan tafsir”.

Anti ‘4L’: Misi Mulia yang Berat

Janji utama Nawal terdengar menjanjikan: regenerasi dan transparansi. Ia ingin menghapus budaya “itu-itu saja” dalam kepengurusan.

“Tidak boleh lagi Lu Lagi, Lu Lagi,” katanya.

Pernyataan ini terdengar seperti revolusi kecil di tubuh partai.

Dalam pernyataan yang cukup berani (dan jarang), Nawal bahkan mempersilakan dirinya dievaluasi.

“Kalau saya gagal, silakan diganti. Jangan baper jadi ketua,” ujarnya.

Sebuah konsep yang terdengar modern meski dalam praktik politik, mengganti ketua seringkali lebih rumit daripada mengganti slogan kampanye.

BACA JUGA :  Hipni: Lamsel Harus Bangkit dari Keterpurukan

Saat ini, kepengurusan tinggal menunggu restu administratif dari DPW dan DPP. Secara teori hanya formalitas. Secara praktik? Bisa jadi bab berikutnya dari drama internal.

Menariknya, Nawal juga mengajak semua pihak termasuk yang sempat berseberangan untuk kembali bersatu.

Dengan semangat anti “4L”, Nawal membawa harapan baru bagi PPP Kota Bekasi. Tapi sejarah politik lokal mengajarkan satu hal: perubahan bukan soal siapa yang duduk di kursi, tapi apakah cara bermainnya ikut berubah.***