Scroll untuk baca artikel
Budaya

Asri Tapis Bersinar di Persit Bisa 2, Warisan Benang Emas Lampung Curi Perhatian Nasional

×

Asri Tapis Bersinar di Persit Bisa 2, Warisan Benang Emas Lampung Curi Perhatian Nasional

Sebarkan artikel ini
Lewat sentuhan elegan dan detail sulam benang emas yang khas, Asri Tapis sukses membawa warisan budaya Lampung naik kelas sekaligus membuktikan bahwa kain tradisional tetap memiliki tempat istimewa di industri mode nasional, Minggu (10/5) - foto doc

JAKARTA — Di tengah gemerlap dunia fesyen modern yang terus bergerak cepat, kain tapis khas Lampung justru tampil mencuri perhatian di ajang Persit Bisa 2 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta. Lewat sentuhan elegan dan detail sulam benang emas yang khas, Asri Tapis sukses membawa warisan budaya Lampung naik kelas sekaligus membuktikan bahwa kain tradisional tetap memiliki tempat istimewa di industri mode nasional.

Mengisi Booth 75 selama pameran berlangsung, Asri Tapis tidak sekadar menghadirkan produk fesyen, tetapi juga membawa cerita tentang identitas budaya, ketekunan perajin lokal, dan perjalanan panjang menjaga tradisi sulam tangan yang diwariskan lintas generasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Setiap helai tapis yang dipamerkan tampil memikat dengan perpaduan nuansa etnik dan desain modern. Benang emas yang dirangkai dengan detail presisi menghadirkan kesan mewah, namun tetap mempertahankan akar budaya Lampung yang kuat.

BACA JUGA :  Penyimbang Adat Bandar Terbanggei Meradang, Sebut Pernyataan Ketua MPAL terkait 'Cepalo Adat' Menyesatkan

Keikutsertaan Asri Tapis dalam Persit Bisa 2 menjadi simbol bahwa kain tapis kini tidak lagi dipandang sebatas busana adat, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan identitas fesyen nusantara.

Beragam koleksi yang dipamerkan mendapat perhatian pengunjung karena dinilai mampu menjawab tren mode modern tanpa meninggalkan nilai tradisional. Dari detail sulaman hingga pemilihan warna, seluruh koleksi memperlihatkan bagaimana budaya lokal dapat tampil elegan di panggung nasional.

“Tapis bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang kesabaran, kebanggaan, dan identitas yang ditenun dengan hati,” demikian pesan yang disampaikan Asri Tapis dalam keterangannya.

Asri Tapis juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaku UMKM budaya untuk terus berkembang, khususnya kepada Mayjen TNI Kristomei selaku Pembina Persit KCK Daerah XXI/RI dan Ketua Persit KCK PD XXI/RI Asti Kristomei.

BACA JUGA :  Rumah Adat Marga Ratu Menangsi, Akhirnya Dipugar

Menurut mereka, ajang Persit Bisa 2 membuka ruang besar bagi produk budaya daerah untuk dikenal lebih luas sekaligus memperluas jaringan pasar.

“Semangat kemandirian yang dibangun dalam Persit menjadi inspirasi sekaligus energi bagi kami untuk terus bertumbuh,” tulis Asri Tapis.

Dukungan pengunjung yang datang dan memberikan apresiasi juga disebut menjadi motivasi penting bagi para perajin lokal yang selama ini menjaga kualitas sulam tangan tapis Lampung dengan penuh ketelitian dan kesabaran.

Bagi Asri Tapis, keberhasilan tampil di Persit Bisa 2 bukan hanya soal penjualan produk, tetapi tentang membawa marwah budaya Lampung ke tingkat yang lebih luas.

Di tengah dominasi produk fesyen massal dan tren cepat dunia digital, kain tapis justru hadir menawarkan nilai eksklusivitas, filosofi, dan sentuhan personal yang tidak bisa digantikan mesin produksi modern.

Asri Tapis pun berkomitmen terus melakukan inovasi desain agar tapis tetap relevan bagi generasi muda tanpa kehilangan identitas budaya aslinya.

BACA JUGA :  Lebaran Bekasi Meriah, Pemerintah Ajak Warga Jaga Budaya Lokal

Selain memperkuat kolaborasi dengan para perajin lokal, mereka juga mulai memperluas strategi digital guna memperkenalkan tapis Lampung ke pasar nasional hingga internasional.

Persit Bisa 2 menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak harus tinggal di ruang nostalgia. Dengan kreativitas dan sentuhan inovasi, kain tradisional seperti tapis mampu berdiri sejajar dengan produk fesyen modern lainnya.

Di balik kilau benang emas yang menghiasi setiap karya Asri Tapis, tersimpan harapan besar agar budaya Lampung terus hidup, berkembang, dan dikenakan dengan bangga oleh generasi masa kini.

Bagi Asri Tapis, perjalanan ini baru dimulai. Dari Balai Kartini, tapis Lampung kembali menegaskan dirinya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas budaya yang siap bersinar di masa depan.***