Scroll untuk baca artikel
KABAR DESASOSIAL

Beras Bansos 30 Kg Turun, Operator Desa Gunung Raya Diibaratkan “Mepam Taluy Matah”

×

Beras Bansos 30 Kg Turun, Operator Desa Gunung Raya Diibaratkan “Mepam Taluy Matah”

Sebarkan artikel ini
Foto pembagian Bantuan Pangan berupa beras seberat 30 kilogram di Desa Gunung Raya, Marga Sekampung, Lampung Timur, Senin (28/9) - foto dok

DTSEN digunakan pemerintah untuk membantu menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program bantuan.

Dalam skema bantuan pangan, kelompok kesejahteraan pada desil 1 sampai desil 4 menjadi sasaran utama.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Desil merupakan pengelompokan rumah tangga berdasarkan kondisi sosial ekonominya. Semakin rendah posisi desil, secara relatif menunjukkan tingkat kesejahteraan rumah tangga yang lebih rendah.

BACA JUGA :  Fokus Penanggulangan Stunting, Desa Waluyojati Pringsewu Akan Bangun Gedung Fasilitas Kesehatan

Namun, masuk desil 1 sampai 4 tidak otomatis berarti seseorang menerima seluruh jenis bantuan pemerintah.

Setiap program memiliki ketentuan, mekanisme, dan daftar penerima masing-masing. Karena itu, status desil tetap harus disesuaikan dengan data penerima program yang berlaku.

Artinya, warga yang merasa secara ekonomi membutuhkan bantuan belum tentu otomatis tercantum sebagai penerima Banpang pada periode tertentu.

Di sinilah Operator Desa Jadi “Wasit” Data

BACA JUGA :  Begini, Skema Penyaluran Dana Desa Tahun 2020

Persoalan tersebut akhirnya menempatkan operator desa pada posisi yang tidak mudah.

Di satu sisi, mereka berhadapan langsung dengan warga yang berharap mendapatkan bantuan.

Di sisi lain, mereka terikat pada data dan prosedur yang ditetapkan pemerintah.

Jika terlalu longgar, bantuan berisiko salah sasaran. Jika terlalu ketat mengikuti sistem, operator berpotensi dianggap mempersulit warga.

Maka, istilah “mepam taluy matah” yang digunakan pemerintah desa terasa cukup menggambarkan situasi tersebut.

BACA JUGA :  Alamaak, Kades Trimulyo Ditangkap Polisi Karena Kasus Pekat

Bukan karena operator sedang memegang telur sungguhan, melainkan karena satu kesalahan kecil dalam mencocokkan data bisa membuat seluruh proses administrasi ikut bermasalah.

Dan seperti biasa dalam urusan bansos, karung beras mungkin hanya 30 kilogram. Tetapi urusan memastikan siapa yang berhak menerima bisa terasa jauh lebih berat.***