Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Dibobol Subuh-Subuh, ATM di Pesawaran Dilas hingga Rp240 Juta Raib

×

Dibobol Subuh-Subuh, ATM di Pesawaran Dilas hingga Rp240 Juta Raib

Sebarkan artikel ini
Kondisi ATM usai dibobol komplotan pencuri di Pesawaran - foto Dok. Polres Pesawaran

PESAWARAN – Aksi kejahatan ala film laga kembali terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Kali ini, sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di dalam gerai minimarket Dusun Sukamarga, Desa Gedong Tataan, dibobol komplotan spesialis pada Kamis (15/1/2026) dini hari. Hasilnya tidak main-main: uang tunai sekitar Rp240 juta raib, mesin ATM dilas, dan para pelaku menghilang sebelum fajar benar-benar menyingsing.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, waktu yang lazim dipilih para pelaku kejahatan—saat lingkungan lengang, warga terlelap, dan ATM hanya bisa “pasrah” tanpa sandi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito Pandhita, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan kasus masih dalam tahap penyelidikan intensif.

BACA JUGA :  APBD Lamsel Rp250 Miliar, Diduga Didepositokan Ke Bank Lampung

“Benar, telah terjadi pembobolan mesin ATM milik salah satu bank di dalam gerai minimarket. Berdasarkan keterangan awal, uang tunai yang hilang diperkirakan mencapai Rp240 juta,” ujar Alvie kepada awak media, Jumat (16/1/2026).

Menurut Alvie, tim kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, memeriksa rekaman CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi juga tengah mengumpulkan petunjuk untuk mengidentifikasi para pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui para pelaku tidak masuk lewat pintu depan seperti pelanggan biasa. Mereka memilih jalur “langit” membobol atap toko, lalu turun ke dalam gerai dengan peralatan lengkap.

BACA JUGA :  Polisi Gagalkan Pengiriman Sabu 15 Kg di Exit Tol Simpang Pematang

“Pelaku masuk melalui atap yang dibobol. Dari situ mereka memasukkan alat-alat las untuk membobol mesin ATM,” jelas Alvie.

Tak hanya rapi dalam eksekusi, komplotan ini juga terbilang nekat. Di lokasi kejadian, polisi menemukan berbagai barang bukti berupa tabung gas, tabung oksigen, serta peralatan las yang digunakan untuk menggergaji besi ATM. Ironisnya, setelah berhasil menguras uang, peralatan tersebut justru ditinggalkan di TKP seolah menjadi “kartu nama” para pelaku.

“Alat-alat yang digunakan ditinggalkan di lokasi. Ini menjadi bagian dari bukti yang sedang kami dalami,” kata Alvie.

BACA JUGA :  Gegara BLT BBM, Oknum Kades di Lampura Digulung Polisi Berikut Aparaturnya

Meski belum mengungkap identitas pelaku, polisi menduga aksi ini dilakukan oleh kelompok yang sudah berpengalaman, mengingat metode pembobolan menggunakan teknik las dan perhitungan waktu yang cukup presisi.

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan pembobolan ATM di wilayah Lampung, sekaligus menjadi pengingat bahwa mesin yang selama ini setia melayani transaksi nasabah, tetap membutuhkan pengamanan ekstra terutama saat dini hari, ketika uang masih “nyenyak tertidur” di dalam brankas baja.

Polres Pesawaran memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap. “Semoga dalam waktu dekat kasus ini bisa segera terungkap,” pungkas Alvie.***