Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lampung

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Abu Tebal Capai 700 Meter

×

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi, Abu Tebal Capai 700 Meter

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, terjadi dua kali hari ini, Sabtu 2 Desember 2023
Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, terjadi dua kali hari ini, Sabtu 2 Desember 2023

WAWAINEWS.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan. Hari ini Sabtu, 2 Desember 2023 telah terjadi sebanyak dua kali hari.

Bahkan kolom abu erupsi GAK di Lampung Selatan mencapai 700 meter dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

Example 300x600
Scroll untuk baca artikel

Terpantau erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada pukul 07.59 WIB dan pukul 11.21 WIB, hal itu berdasarkan pengamatan Magma Indonesia.

BACA JUGA : PVMBG jelaskan suara dentuman bukan karena erupsi Gunung Anak Krakatau

“Erupsi GAK hari ini yang pertama pada pukul 07.59 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 500 m di atas puncak atau kurang lebih 657 M diatas permukaan laut,” kata Andi Suardi Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan.

Dikatakan kolom abu GAK teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut.

BACA JUGA: Tinggi Kolom Abu Letusan Anak Gunung Krakatau Capai 1157 Meter

Erupsi GAK selalu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 32 mm dan durasi 27 detik.

“Lalu, erupsi GAK yang kedua pukul 11.21 WIB dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 m di atas puncak atau kurang lebih 857 m di atas permukaan laut,” katanya.

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13 mm dan durasi 115 detik.

BACA JUGA : Festival Krakatau 2022, Perkuat Terwujudnya Travel Pattern di Lampung

Menurut dia, saat ini GAK masih berstatus level III atau siaga.

Maka dari itu Dirinya mengimbau, masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

Ia menyebut meningkatny aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau diduga disebabkan karena curah hujan yang mulai tinggi.***