Scroll untuk baca artikel
AdvertorialZona Bekasi

Mukota KADIN Bekasi 2026 Perkuat Persatuan dan Kolaborasi, Wawali Abdul Harris Bobihoe Dorong UMKM Naik Kelas

×

Mukota KADIN Bekasi 2026 Perkuat Persatuan dan Kolaborasi, Wawali Abdul Harris Bobihoe Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe - foto doc

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe saat menghadiri Musyawarah Kota (Mukota) ke-VI Kamar Dagang dan Industri Tahun 2026 yang digelar di Hotel Santika Kota Bekasi, Kamis (7/5/2026).

Mengusung tema “Sepakat Bersatu, Dorong Kolaborasi dan Penguatan UMKM”, Mukota KADIN Bekasi menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi dunia usaha sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor UMKM di Kota Bekasi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi terselenggaranya Mukota yang dinilai mampu menghadirkan semangat persatuan setelah sebelumnya terdapat dinamika internal di tubuh organisasi.

“Wujud kebersamaan ini sangat baik, dan insyaallah dengan demikian Pemerintah Kota Bekasi akan terus berkoordinasi dengan KADIN ke depan,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

BACA JUGA :  Pasca Banjir, Kondisi RSUD Kota Bekasi Berangsur Pulih

Ia berharap Mukota KADIN Kota Bekasi tidak hanya menjadi forum organisasi semata, tetapi juga mampu melahirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.

“Semoga Mukota membawa KADIN Kota Bekasi semakin lebih baik, guyub, dan semakin erat untuk memajukan perekonomian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa hasil musyawarah diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan yang solid, progresif, dan mampu mempercepat akselerasi UMKM agar memiliki daya saing hingga tingkat global.

“Lahirnya kepengurusan hasil musyawarah diharapkan dapat menjadi titik tolak lahirnya komitmen KADIN Kota Bekasi yang solutif dalam melaksanakan akselerasi UMKM berdaya saing global melalui sinergi yang tidak terpisahkan dengan Pemerintah Kota Bekasi,” tegasnya.

Mukota KADIN Kota Bekasi turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Almer Faiq Rusydi, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, serta perwakilan UMKM se-Kota Bekasi.

BACA JUGA :  Mahasiswa Gelar Aksi Sorot Dugaan Korupsi di Perumda Tirta Bhagasasi

Dalam kesempatan tersebut, Qadar Ruslan Siregar resmi dipercaya sebagai Ketua KADIN Kota Bekasi terpilih. Dalam pidatonya, ia memaparkan sejumlah program strategis lima tahun ke depan yang fokus pada penguatan konsolidasi internal, kolaborasi dengan pemerintah daerah, dan pemberdayaan pengusaha lokal.

“Yang pertama kita melakukan konsolidasi internal sesuai instruksi KADIN Jawa Barat dan KADIN Pusat. Saya akan mengakomodir seluruh potensi pengusaha lokal untuk bersama-sama berhimpun di KADIN Kota Bekasi,” ujar Qadar Ruslan Siregar.

Menurutnya, KADIN memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah sebagaimana diamanatkan dalam regulasi kelembagaan KADIN.

“KADIN adalah mitra strategis pemerintah dalam bidang perekonomian dan pembangunan. Karena itu hubungan baik, kontribusi nyata, dan kolaborasi harus terus dijaga,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha dan UMKM.

“DPRD Kota Bekasi siap menjadi mitra dalam menyusun regulasi yang ramah investasi dan melindungi pelaku usaha kecil dan menengah,” katanya.

BACA JUGA :  Jembatan Jadi Bendungan, Perumnas 2 Bekasi Kebanjiran Sisa Proyek Rp161 Juta

Ketua Umum KADIN Jawa Barat Almer Faiq Rusydi juga menegaskan bahwa Mukota ke-VI harus menjadi titik balik penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

“Kita dorong kolaborasi konkret antara pengusaha besar, UMKM, pemerintah, dan akademisi. Hanya dengan bersatu kita bisa menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” tegas Almer.

Dalam Mukota tersebut, peserta juga menyepakati sejumlah program prioritas untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kota Bekasi, antara lain peningkatan akses permodalan, pelatihan digitalisasi UMKM, pengembangan kemitraan dengan industri besar, advokasi kebijakan ramah investasi, hingga promosi produk UMKM Bekasi ke tingkat nasional dan internasional.

Mukota KADIN Kota Bekasi 2026 pun menjadi simbol penguatan persatuan dunia usaha sekaligus langkah strategis membangun kolaborasi berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing global.***