Scroll untuk baca artikel
Internasional

Heboh! Kampus Kebanggaan Putin Diduga Jadi Markas Rekrutmen Hacker dan Agen GRU Rusia

×

Heboh! Kampus Kebanggaan Putin Diduga Jadi Markas Rekrutmen Hacker dan Agen GRU Rusia

Sebarkan artikel ini
Presiden Rusia Vladimir Putin - (Foto: ABC Australia)
Presiden Rusia Vladimir Putin - (Foto: ABC Australia)

WawaiNEWS.ID – Vladimir Putin kembali mencuri perhatian dunia. Dalam kunjungannya ke Bauman Moscow State Technical University, Kamis (7/5/2026), Putin tampil penuh optimisme di hadapan mahasiswa sambil memamerkan ambisi besar Rusia untuk menaklukkan Bulan hingga Mars.

Namun di balik pidato penuh semangat soal teknologi dan masa depan luar angkasa, muncul fakta lain yang jauh lebih gelap: dugaan keberadaan “jalur rahasia” pencetak agen siber dan peretas militer Rusia.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Investigasi gabungan sejumlah media internasional mengungkap adanya fakultas tersembunyi di kampus elite tersebut yang disebut sebagai Departemen 4 atau “Pelatihan Khusus”. Fakultas ini diduga menjadi tempat kaderisasi calon agen intelijen militer Rusia atau GRU.

Ironisnya, saat Kremlin sibuk memamerkan mimpi perjalanan ke Mars, dunia justru kembali diingatkan bahwa perang modern hari ini tak selalu dimulai dengan tank dan rudal kadang cukup lewat laptop dan jaringan internet.

Kampus Prestisius, Jalur Rahasia Intelijen

Dalam laporan investigasi yang dipublikasikan The Guardian bersama konsorsium media Eropa lainnya, lebih dari 2.000 dokumen internal universitas berhasil diungkap.

BACA JUGA :  Berburu Ular Piton di Florida, Hadiahnya Ratusan Juta Lho!

Dokumen tersebut berisi silabus rahasia, catatan ujian, kontrak staf pengajar, hingga jalur penempatan mahasiswa ke unit-unit intelijen siber paling ditakuti di Rusia.

Bauman sendiri bukan kampus sembarangan. Berdiri sejak 1830, universitas ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan teknik paling bergengsi di Rusia dan telah lama menjadi “dapur” penghasil insinyur militer sejak era Uni Soviet.

Namun publik internasional dibuat tercengang setelah terungkap adanya program khusus dengan kode 093400 bertajuk “Layanan Pengintaian Khusus”.

Bahasa resminya terdengar akademis. Tapi isi kurikulumnya bikin banyak negara Barat merinding.

Belajar Sadap, Meretas, Hingga Propaganda Digital

Mahasiswa di departemen tersebut disebut mendapatkan pelatihan tingkat tinggi terkait:

  • penyadapan elektronik,
  • pengawasan terselubung,
  • teknik peretasan modern,
  • pembuatan malware,
  • hingga perang informasi digital.

Perangkat yang digunakan pun tidak main-main. Mulai dari kamera tersembunyi berbentuk detektor asap hingga kabel monitor yang mampu diam-diam mencuri tangkapan layar komputer target.

Dalam beberapa materi pengajaran, mahasiswa juga ditugaskan membuat konten media sosial berbasis manipulasi opini dan propaganda digital.

BACA JUGA :  Israel-Hamas Setujui Gencatan Senjata

Kalau kampus lain sibuk membahas tugas presentasi PowerPoint, di sini tugas akhirnya disebut-sebut bisa berupa simulasi perang siber.

Nama Fancy Bear dan Sandworm Muncul Lagi

Yang paling mengejutkan, sejumlah pengajar di departemen tersebut diduga merupakan tokoh penting dalam operasi siber Rusia.

Salah satunya Mayor Jenderal Viktor Netyksho, sosok yang dikaitkan Barat dengan kelompok hacker Fancy Bear.

Kelompok ini sebelumnya dituduh Amerika Serikat melakukan campur tangan dalam Pemilu AS 2016, termasuk peretasan terhadap server Partai Demokrat.

Nama lain yang muncul adalah Letnan Kolonel Kirill Stupakov yang disebut mengajar teknik penyadapan dan operasi pengawasan terselubung.

Tak berhenti di situ, beberapa lulusan Bauman bahkan diarahkan masuk ke Unit 74455 atau Sandworm—kelompok peretas yang dituduh berada di balik serangan terhadap jaringan listrik Ukraina pada 2015.

Di era modern, ternyata wisuda bukan lagi sekadar mencari kerja. Ada yang lulus langsung masuk dunia intelijen.

Rekrutmen Diduga Dimulai Sejak Sekolah

Mantan pejabat pertahanan Rusia yang diwawancarai dalam investigasi tersebut menyebut proses perekrutan calon agen bahkan dimulai sejak usia sekolah.

BACA JUGA :  Jenazah Hizbullah Sudah Ditemukan di Lokasi Serangan Udara Israel dalam Kondisi Utuh

Siswa berbakat dipantau, diarahkan masuk universitas tertentu, lalu disalurkan ke unit intelijen strategis.

“Bauman adalah salah satu dari sedikit universitas elit yang digunakan untuk mengidentifikasi siswa berbakat guna direkrut ke dalam struktur militer dan intelijen,” ungkap sumber tersebut.

Skema ini disebut menjadi bagian dari strategi Rusia membangun kekuatan perang hibrida—gabungan operasi militer, propaganda, sabotase digital, hingga serangan siber lintas negara.

Putin Bicara Masa Depan, Barat Bicara Ancaman Siber

Dalam pidatonya di kampus, Putin menyampaikan bahwa mahasiswa Rusia memiliki kemampuan untuk bersaing di level global.

Namun bagi negara-negara Barat, bocoran dokumen ini justru memperkuat kekhawatiran bahwa Rusia terus membangun “pasukan digital” untuk memperluas pengaruh geopolitik lewat dunia maya.

Para analis menilai perang modern kini bergerak jauh melampaui batas fisik.

Tak lagi sekadar perebutan wilayah, tetapi juga perebutan data, opini publik, hingga kendali infrastruktur digital.

Dan jika tuduhan ini benar, maka ruang kuliah di Moskow bisa jadi bukan sekadar tempat belajar teknik melainkan laboratorium lahirnya operasi siber global berikutnya.***