TANGGAMUS – Pemerintah Kabupaten Tanggamus kembali menggelar prosesi pelantikan pejabat administrator dan pengawas. Sebanyak 12 aparatur resmi berganti posisi dalam acara yang dipimpin langsung Bupati Tanggamus, Selasa (7/7/2026).
Seperti lazimnya setiap pelantikan birokrasi, pidato yang mengiringi pergantian jabatan kembali dipenuhi pesan-pesan normatif: integritas, profesionalisme, pelayanan publik, kerja ikhlas, hingga larangan mengutamakan kepentingan pribadi.
Kalimat-kalimat tersebut memang selalu terdengar indah. Persoalannya, masyarakat sudah terlalu sering mendengarnya, sementara kualitas pelayanan publik di lapangan masih kerap menjadi bahan keluhan.
Rotasi dan mutasi disebut sebagai upaya memperkuat organisasi pemerintahan. Namun publik tentu berharap yang berganti bukan hanya nama di papan jabatan, melainkan juga pola kerja, kecepatan pelayanan, serta keberanian memperbaiki birokrasi yang selama ini dianggap lamban.
Bupati juga meminta para camat menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, membangun sinergi dengan seluruh unsur di wilayah, sedangkan lurah diminta menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan pasti.
Harapan itu tentu patut diapresiasi. Namun ukuran keberhasilannya bukan ditentukan oleh isi pidato pelantikan, melainkan oleh kenyataan yang dirasakan warga saat mengurus administrasi, menyampaikan keluhan, atau membutuhkan pelayanan pemerintah.
Bagi masyarakat, yang terpenting bukan siapa yang dilantik hari ini, tetapi apakah setelah pelantikan masih ada meja pelayanan yang berbelit, proses yang lambat, atau pejabat yang lebih sibuk menjaga kursinya daripada melayani rakyat.
Sebab jika setelah rotasi semuanya tetap berjalan seperti biasa, maka yang berubah hanyalah nama pejabat dan foto pelantikan sementara persoalan birokrasi tetap berada di tempat yang sama. ***













