Scroll untuk baca artikel
Uncategorized

Bos Rokok HS Kritis Usai Harley Tabrakan di Kulon Progo, Istri Tewas: Profil Muhammad Suryo Disorot

×

Bos Rokok HS Kritis Usai Harley Tabrakan di Kulon Progo, Istri Tewas: Profil Muhammad Suryo Disorot

Sebarkan artikel ini
Bos Rokok HS Asal Lampung Suryo Kritis, Istri Tewas dalam Kecelakaan Moge di Kulon Progo - foto doc net

WawaiNEWS.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di simpang empat Mlangsen, Temon, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, Minggu (1/3/2026) pukul 16.45 WIB. Sepeda motor besar (moge) Harley Davidson yang dikendarai pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, bertabrakan dengan Yamaha Jupiter MX. Insiden ini menewaskan sang istri, Anis Syarifah, sementara Suryo dalam kondisi kritis.

Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko menyampaikan, penyelidikan masih dilakukan oleh Satlantas melalui metode Traffic Accident Analysis (TAA). Dugaan sementara, moge melaju dengan kecepatan tinggi saat mengambil lajur kanan untuk menyalip. Di saat bersamaan, sepeda motor Jupiter MX yang dikendarai AA berboncengan dengan DN hendak menyeberang, sehingga tabrakan tak terhindarkan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Benturan keras membuat seluruh korban terpental. Penumpang Jupiter MX dilaporkan masuk ke saluran irigasi di tepi jalan. Anis Syarifah meninggal dunia di lokasi, sementara Muhammad Suryo kini dirawat intensif di Jogja International Hospital. Pengendara Jupiter MX dirawat di RSUD Wates, Kulon Progo.

Jenazah Anis dimakamkan di Tajem Maguwoharjo, Sleman, Senin (2/3/2026). Karangan bunga duka cita memadati rumah duka di Sardonoharjo, Ngaglik. Ucapan belasungkawa juga membanjiri media sosial dari jaringan perusahaan Surya Group.

BACA JUGA :  Panen Ketahanan Pangan TNI AL di Prokimal-Kotabumi, Lampung Utara

Profil Muhammad Suryo

Muhammad Suryo merupakan CEO Surya Group Holding Company dan pemilik merek rokok HS. Pria kelahiran 27 Maret 1984 ini mulai mendirikan pabrik rokok HS pada 2024 di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Awalnya hanya mempekerjakan sekitar 30 buruh linting.

Dalam waktu dua tahun, pabrik tersebut berkembang pesat dengan kapasitas produksi disebut mencapai 5 juta batang per hari dan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. Merek HS dikenal menawarkan harga kompetitif di tengah kenaikan cukai rokok, membuatnya cepat dikenal di pasar.

Selain bisnis tembakau, Suryo mengembangkan usahanya melalui Surya Group ke sektor properti, minyak dan gas, hingga maskapai penerbangan Fly Jaya. Ia juga dikenal dengan pola rekrutmen tanpa mensyaratkan ijazah atau batas usia, serta membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas.

Di bidang sosial, ia aktif melalui program CSR Surya Group dengan membangun puluhan masjid di Jawa dan Sumatera. Terbaru, Januari 2026, ia melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An Nur di Lampung Timur.

BACA JUGA :  KA Purwojaya Anjlok di Bekasi, KAI Batalkan Perjalanan dan Sejumlah Kereta Telat hingga 10 Jam

Kini, di tengah rencana ekspansi empat pabrik baru dengan target 10.000 karyawan di Yogyakarta dan Lampung Timur, tragedi di simpang Mlangsen mengubah segalanya.
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan.

Muhammad Suryo dikenal sebagai CEO Surya Group Holding Company, pemilik merek rokok HS yang berkembang pesat sejak 2024. Pabrik awalnya di Muntilan, Magelang, hanya mempekerjakan 30 buruh linting.

Dalam dua tahun, kapasitas produksi melonjak hingga 5 juta batang per hari dengan sekitar 3.000 pekerja. Strateginya sederhana tapi efektif: harga kompetitif di tengah kenaikan cukai.

Gaya kepemimpinan Suryo kerap disebut “anti-mainstream”. Ia membuka rekrutmen tanpa mensyaratkan ijazah atau batas usia, bahkan memberi prioritas kepada warga sekitar dan penyandang disabilitas.

Program CSR Surya Group juga membangun puluhan masjid di Jawa dan Sumatera, termasuk peletakan batu pertama Masjid An Nur di Lampung Timur pada Januari 2026.

Ironisnya, di tengah rencana ekspansi empat pabrik baru dengan target 10.000 tenaga kerja di Yogyakarta dan Lampung Timur, tragedi ini terjadi. Publik yang semula membicarakan ekspansi bisnis dan ambisi industri, kini beralih pada duka dan keselamatan berkendara.

BACA JUGA :  Korban Penikaman Brutal Mantan Kakon di Tanggamus Mulai Membaik, Pelaku Masih “Main Petak Umpet” dengan Polisi

Pernah Tersangkut Hukum

Muhammad Suryo adalah seorang pengusaha asal Yogyakarta (owner rokok HS/CEO Surya Group) yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Ia terlibat dalam kasus suap yang melibatkan penerimaan sleeping fee.

KPK menetapkan Muhammad Suryo sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi di lingkungan DJKA Kemenhub, yang diputuskan setelah ekspose atau gelar perkara.

Suryo diduga terlibat dalam kasus suap terkait proyek-proyek di lingkungan DJKA. Nama Muhammad Suryo disinggung dalam dakwaan jaksa sebagai penerima sleeping fee (uang suap) yang berasal dari Direktur PT Istana Putra Agung (IPA), Dion Renato Sugiarto.

Sebelum menjadi tersangka, Muhammad Suryo sempat dipanggil oleh KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap tersebut pada Juli 2023.

Kasus ini berawal dari OTT KPK dan berkembang, dengan penyidikan yang menargetkan keterlibatan pihak swasta seperti Suryo.***