KOTA BEKASI — TP PKK Kota Bekasi terus mendorong transformasi digital hingga ke level pelayanan keluarga. Melalui kegiatan Sosialisasi Aplikasi Website Si Cantik, para kader PKK kini mulai diperkenalkan dengan sistem administrasi digital yang diklaim mampu membuat pendataan keluarga lebih cepat, rapi, dan tepat sasaran.
Kegiatan yang digelar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi tersebut dihadiri langsung Ketua TP PKK Kota Bekasi, jajaran pengurus TP PKK tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga perwakilan kader PKK dari seluruh wilayah Kota Bekasi.
Tak sekadar sosialisasi formal penuh slide presentasi, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pelatihan langsung penggunaan aplikasi Website Si Cantik atau Sistem Catatan Administrasi & Nilai Terpadu Informasi Keluarga.
Para kader mendapatkan pembekalan mulai dari tata cara penginputan data, pengelolaan administrasi digital, hingga pemanfaatan sistem untuk mendukung pelayanan masyarakat berbasis data terintegrasi.
Selama ini, administrasi kader PKK identik dengan tumpukan buku, formulir manual, hingga pencatatan berulang yang memakan waktu dan tenaga. Kini, melalui aplikasi Si Cantik, pola kerja tersebut mulai diarahkan menuju sistem digital yang lebih modern dan efisien.
Digitalisasi ini menjadi bagian dari penguatan program Bekasi Satu Data sekaligus langkah strategis membangun database keluarga yang lebih akurat di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Dengan sistem terintegrasi, kader tidak lagi direpotkan pencarian data manual atau rekap berulang. Semua data keluarga dapat tersimpan secara digital, mudah diakses, serta mempermudah monitoring kondisi masyarakat secara menyeluruh.
Singkatnya, kalau dulu kader PKK sibuk bongkar map dan cari buku catatan, sekarang cukup buka dashboard.
Keberadaan aplikasi Si Cantik juga dinilai penting dalam mendukung ketepatan penyaluran program bantuan maupun pelayanan sosial kepada masyarakat.
Data keluarga yang tersusun rapi secara digital akan membantu pemerintah daerah dan TP PKK dalam membaca kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan akurat.
Ketua TP PKK Kota Bekasi menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi menjadi kebutuhan penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan kader di lapangan.
“Melalui aplikasi Si Cantik ini, kami ingin menghadirkan sistem administrasi yang lebih tertata, efektif, dan memudahkan kader PKK di lapangan. Dengan digitalisasi, proses pendataan menjadi lebih akurat, cepat, dan tidak lagi membebani kader dengan pencatatan berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, kualitas data akan sangat menentukan ketepatan program pelayanan maupun bantuan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPPPA Kota Bekasi menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan TP PKK menjadi langkah strategis dalam membangun sistem data keluarga yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Menurutnya, digitalisasi administrasi PKK bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan sistem pelayanan masyarakat yang semakin modern.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para kader PKK yang aktif mengikuti sesi simulasi penggunaan aplikasi.
Semangat para peserta menunjukkan bahwa transformasi digital kini bukan lagi milik kantor-kantor besar saja. Bahkan urusan administrasi keluarga tingkat lingkungan pun mulai bergerak menuju era paperless dan berbasis data digital.
Dan di tengah zaman ketika semua serba online, kader PKK Kota Bekasi tampaknya mulai membuktikan bahwa urusan data keluarga tak harus selalu identik dengan map tebal, tulisan tangan, dan stempel yang hilang entah ke mana.***












