Scroll untuk baca artikel
Lampung

Perintah Tembak di Tempat, Kapolda Lampung Bongkar Motif Begal: Bukan Cari Makan, Tapi Cari Uang Buat Narkoba

×

Perintah Tembak di Tempat, Kapolda Lampung Bongkar Motif Begal: Bukan Cari Makan, Tapi Cari Uang Buat Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Jumat pagi. - foto Jali

LAMPUNG – Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf membongkar fakta mengejutkan di balik maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan di wilayah Lampung. Menurutnya, sebagian besar pelaku bukan melakukan aksi kriminal karena terdesak kebutuhan ekonomi atau demi menghidupi keluarga, melainkan untuk memenuhi kebutuhan penyalahgunaan narkoba.

Pernyataan itu disampaikan Helfi saat ekspose pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor dan penembakan yang menewaskan Bripka anumerta Arya Supena, Jumat (15/5/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Para pelaku melakukan kejahatan jalanan untuk membeli narkoba, bukan urusan perut,” tegas Kapolda.

Pernyataan tersebut sekaligus mematahkan anggapan bahwa semua pelaku begal adalah korban himpitan ekonomi. Polisi justru menemukan pola yang lebih mengkhawatirkan,kejahatan jalanan kini kerap menjadi “jalur cepat” mendapatkan uang demi membeli barang haram.

BACA JUGA :  Pengurus Karang Taruna Kecamatan se-Lampung Timur Dikukuhkan, Bupati Pesan Jadi Bagian Penting di Desa

Kapolda menilai kondisi ini membuat aksi kriminal semakin nekat dan brutal. Pelaku bukan hanya mencuri kendaraan, tetapi juga berani melukai hingga menghilangkan nyawa korban maupun aparat yang mencoba melakukan penindakan.

Kasus gugurnya Bripka Arya Supena menjadi contoh nyata bagaimana aksi curanmor telah berubah menjadi ancaman serius. Dalam peristiwa itu, pelaku bahkan merebut senjata api milik anggota polisi lalu menembakkannya hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Tunggakan PKB di Lampung Capai Rp1,297 Triliun

Menurut Helfi, penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu pemicu meningkatnya keberanian pelaku melakukan aksi kriminal di jalanan. Ketergantungan terhadap narkoba membuat pelaku kehilangan rasa takut, nekat mencari sasaran, dan menjadikan masyarakat sebagai korban.

“Ini yang menjadi perhatian serius kami. Karena kejahatan jalanan bukan hanya soal pencurian kendaraan, tetapi sudah berkaitan dengan jaringan penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Karena itu, Polda Lampung menegaskan akan meningkatkan pola penindakan terhadap pelaku begal dan kriminal jalanan. Kapolda bahkan telah menginstruksikan jajaran Polres dan Polresta untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku yang melawan saat ditangkap.

Instruksi tersebut muncul di tengah keresahan masyarakat atas meningkatnya aksi begal yang dinilai semakin brutal dan meresahkan. Publik berharap aparat tidak hanya memburu pelaku di lapangan, tetapi juga memutus mata rantai narkoba yang disebut menjadi bahan bakar utama kejahatan jalanan.

BACA JUGA :  Jari Tangan Nyaris Putus, Pensiunan PNS di Pringsewu Aniaya Adik dengan Parang

Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Sebab di balik setiap motor yang dirampas di jalanan, ada persoalan narkoba yang diam-diam ikut menggerogoti keamanan sosial.

Pesan Kapolda Lampung terdengar jelas, begal bukan lagi sekadar kriminal biasa. Ketika narkoba menjadi motif utama, maka jalanan bisa berubah menjadi arena kejahatan tanpa nurani.***