Scroll untuk baca artikel
Lampung

Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal Dilarang Dekat! Lampung Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

×

Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal Dilarang Dekat! Lampung Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sebarkan artikel ini
Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga

LAMPUNG – Kewaspadaan di kawasan Selat Sunda kembali ditingkatkan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Menyusul peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengeluarkan peringatan kepada seluruh nahkoda, pemilik kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, hingga pengguna jasa angkutan laut yang melintasi perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, mengatakan seluruh aktivitas pelayaran harus memperhatikan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menimbulkan letusan, lontaran material vulkanik, abu vulkanik, hingga gangguan terhadap keselamatan navigasi.

“Seluruh kapal yang melintas di Perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Yogie dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

BACA JUGA :  Andi Surya: GS-IS Tahun Ini, Siapkan Asrama Khusus Boarding School

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), seluruh kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau selama status Level III (Siaga) masih berlaku.

Selain itu, para nahkoda diminta terus memantau informasi resmi yang diterbitkan PVMBG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi pemerintah terkait sebagai dasar pengambilan keputusan saat berlayar.

Peringatan ini menjadi penting mengingat aktivitas vulkanik dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan pelayaran di salah satu jalur laut tersibuk di Indonesia tersebut.

Lampung Juga Diwarnai Potensi Cuaca Ekstrem

Di saat aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat, BMKG juga mengingatkan masyarakat Lampung untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada Sabtu (4/7/2026).

BACA JUGA :  Waspada, Tol Trans Sumatera Ancam Keselamatan Pengendara

Pada pagi hari, sebagian besar wilayah diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun hujan ringan berpotensi terjadi di Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Utara.

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan meluas ke wilayah Pesawaran, Pringsewu, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, serta Way Kanan.

Sementara malam hari, hujan ringan masih berpeluang turun di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, dan Way Kanan.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari di Lampung Tengah, Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Lampung Utara.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 19–31 derajat Celsius di Lampung Barat dan 23–34 derajat Celsius di wilayah lainnya, dengan kelembapan udara mencapai 56–98 persen. Kecepatan angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kisaran 5–33 kilometer per jam.

BACA JUGA :  Wartawan Korban Persekusi Bos Mafia Tambang Pasir Resmi Lapor ke Polda Lampung

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari PVMBG, BMKG, KSOP, maupun instansi berwenang lainnya.

Status Level III (Siaga) bukan berarti masyarakat harus panik, melainkan menjadi peringatan agar seluruh aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau dan jalur pelayaran Selat Sunda dilakukan dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi.

Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh pengguna jasa pelayaran diminta mematuhi larangan memasuki radius lima kilometer dari kawah aktif serta mengikuti setiap pembaruan informasi resmi selama status siaga masih diberlakukan.***