Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Dari Atas Kursi Roda, Dea Tak Menyerah: Pelatihan Digital BAZNAS Buka Jalan Baru Menuju Kemandirian Difabel

×

Dari Atas Kursi Roda, Dea Tak Menyerah: Pelatihan Digital BAZNAS Buka Jalan Baru Menuju Kemandirian Difabel

Sebarkan artikel ini
Foto: Dea Febrianti (28), perempuan muda asal Mustikajaya yang mengikuti setiap materi dengan penuh kesungguhan dari atas kursi rodanya

BEKASI – Di tengah riuhnya suasana ruang pelatihan di Asrama Haji Kota Bekasi, Rabu (29/7/2026), ada satu sosok yang tanpa banyak bicara justru paling menyita perhatian. Ia adalah Dea Febrianti (28), perempuan muda asal Mustikajaya yang mengikuti setiap materi dengan penuh kesungguhan dari atas kursi rodanya.

Tak ada raut menyerah di wajahnya. Tatapannya tajam, jemarinya lincah mengetik setiap materi yang disampaikan narasumber. Bagi Dea, keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ia percaya, masa depan tidak lagi ditentukan oleh seberapa jauh seseorang mampu melangkah, tetapi sejauh mana ia mampu memanfaatkan peluang di dunia digital.

BACA JUGA :  Pemkot Bekasi Buka Seleksi Umum Calon Direktur Kepatuhan dan Komisaris Independen PT BPRS Patriot Bekasi (Perseroda)

Selama ini Dea menjalankan usaha kecil dari rumah. Mobilitas yang terbatas membuatnya tidak leluasa memasarkan produk secara langsung. Namun, ia melihat telepon genggam di tangannya sebagai pintu yang bisa membuka dunia lebih luas.

Kesempatan itu datang ketika ia memperoleh informasi dari komunitas disabilitas mengenai Pelatihan Konten dan Digital Marketing yang diselenggarakan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Digimonusa.

Dari sekitar 160 pendaftar, hanya 36 pelaku UMKM yang dinyatakan lolos. Salah satunya adalah Dea.

“Saya ingin sekali belajar membuat konten dan digital marketing. Sebagai penyandang disabilitas yang mobilitasnya terbatas, saya ingin memanfaatkan handphone semaksimal mungkin untuk mengembangkan usaha,” ucap Dea dengan mata berbinar.

BACA JUGA :  6.000 Santri Meriahkan Pawai HSN 2025, Wali Kota Bekasi: Santri Pilar Moral dan Energi Pembangunan Kota

Kalimat sederhana itu menyimpan semangat yang luar biasa.

Bagi banyak orang, media sosial hanyalah tempat berbagi cerita. Namun bagi Dea, media sosial adalah ruang untuk bertahan hidup, membangun usaha, sekaligus membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu bersaing di tengah derasnya arus ekonomi digital.

Kehadiran Dea juga menjadi wajah nyata bahwa program pemberdayaan BAZNAS tidak membedakan siapa pun. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk kelompok difabel yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses.

Pelatihan yang berlangsung selama 29–30 Juli 2026 di Kota Bekasi tersebut menjadi pembuka program nasional BAZNAS RI yang akan digelar di 10 kota di Indonesia dengan total anggaran pendayagunaan zakat mencapai Rp800 juta.

BACA JUGA :  Nyahi Diangkat Jadi Ikon Gastronomi Betawi, Siap Perkuat Wisata Budaya dan UMKM Jakarta Menuju 500 Tahun

Ketua BAZNAS Kota Bekasi, Sudarsono, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu bersaing di era digital.

“Saat ini pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk yang bagus. Mereka juga harus mampu memasarkan produknya melalui media sosial dan platform digital agar menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo, mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas usaha mereka.