PESISIR BARAT — Misteri hilangnya Rangga Adriana (17) di wilayah Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, hingga kini belum terjawab. Tim SAR Gabungan masih menyisir laut dan garis pantai setelah remaja tersebut dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan setempat.
Hingga Kamis (24/9) sore, keberadaan Rangga belum ditemukan. Pencarian yang memasuki hari kedua justru membawa tim pada medan yang tidak mudah: laut bergelombang, angin kencang, serta kawasan pesisir dengan batu karang yang membuat penyisiran tidak bisa dilakukan sembarangan.
Jejak terakhir korban ditemukan melalui sepeda motor miliknya. Kendaraan tersebut ditemukan di sebuah kebun yang mengarah ke pantai. Di dalam jok motor terdapat celana training dan telepon seluler milik Rangga. Sementara itu, sepasang sandal berwarna hitam ditemukan di pinggir pantai.
Barang-barang tersebut menjadi petunjuk penting bagi tim pencari. Namun, sampai operasi pencarian Kamis sore, belum ada tanda keberadaan korban.
Laporan hilangnya Rangga sebelumnya diterima kepolisian pada Selasa (22/9) malam. Sehari kemudian, Rabu (23/9) sekitar pukul 14.10 WIB, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melalui Tim Rescue Pos SAR Tanggamus menerima laporan untuk melakukan operasi pencarian.
Tim Rescue Pos SAR Tanggamus tiba di lokasi pada Rabu malam. Setelah berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan asesmen kondisi lapangan, pencarian langsung dilakukan. Namun, upaya hingga malam hari belum membuahkan hasil.
Area Pencarian Diperluas
Memasuki hari kedua, Kamis (24/9), pencarian diperluas berdasarkan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.
Luas area pencarian mencapai sekitar 40,08 mil laut persegi dan dibagi menjadi dua sektor. Sektor pertama dilakukan melalui jalur laut menggunakan rubber boat, sedangkan sektor kedua menyisir garis pantai untuk mencari kemungkinan jejak atau tanda keberadaan korban.
Pencarian melalui jalur laut dilakukan sekitar 15 mil laut persegi. Sementara penyisiran melalui jalur darat mencapai sekitar 4 kilometer.
Hingga pukul 16.30 WIB, hasil pencarian di laut maupun darat masih nihil.
Artinya, meski wilayah pencarian sudah diperlebar, Rangga masih belum ditemukan. Laut pun sejauh ini belum memberikan jawaban atas keberadaan remaja tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Lampung Deden Ridwansah, melalui Dantim Rescuer Afriandi yang berada di lokasi, mengatakan operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai rencana dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan karakteristik perairan.
“Pencarian terhadap korban masih terus kami lakukan dengan membagi unsur SAR gabungan ke dalam sektor pencarian di laut dan penyisiran di sepanjang garis pantai. Hingga Kamis sore, hasil pencarian masih nihil,” ujar Afriandi.
Tim, kata dia, akan kembali melanjutkan operasi pada Jumat (25/9) mulai pukul 07.00 WIB.
Gelombang 1,5 Meter dan Karang Jadi Tantangan
Operasi pencarian bukan perkara sekadar menyusuri laut lalu berharap menemukan korban. Kondisi alam menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Di lokasi, personel menghadapi angin kencang dengan tinggi gelombang sekitar 1–1,5 meter. Karakteristik perairan yang dipenuhi batu karang juga membuat kondisi gelombang berubah dinamis.
Situasi tersebut menyulitkan penyisiran permukaan sekaligus meningkatkan risiko bagi personel yang bekerja di lapangan.
Karena itu, pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Peralatan yang digunakan pun disesuaikan dengan kondisi medan, mulai dari rubber boat, perahu jukung, hingga perangkat pencarian bawah permukaan.
Tim juga mengerahkan Aqua Eye, UWSD, peralatan selam, serta perangkat komunikasi untuk mendukung pencarian.
Dengan medan seperti itu, setiap petunjuk sekecil apa pun menjadi penting. Sebab, ketika laut sudah mulai memberi jarak pandang yang terbatas dan gelombang bergerak dinamis, pencarian bukan lagi sekadar soal luas wilayah, tetapi juga soal ketepatan membaca kemungkinan posisi korban.
Nelayan dan Warga Turut Dilibatkan
Operasi pencarian melibatkan personel Pos SAR Tanggamus, Polsek Pesisir Utara, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta nelayan dan masyarakat setempat.
Keterlibatan nelayan menjadi penting karena mereka memiliki pengetahuan mengenai karakter perairan lokal, termasuk kondisi arus, karang dan kawasan yang sulit dijangkau tim dari darat.
Basarnas juga meminta masyarakat tidak mengabaikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kemungkinan keberadaan Rangga.
“Kami mengharapkan dukungan dan informasi dari masyarakat apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Setiap informasi akan kami koordinasikan dan tindak lanjuti dalam operasi pencarian,” kata Afri.
Masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Rangga dapat menghubungi Call Center Basarnas 115 atau Hotline Basarnas Lampung 0821-8004-8006.
Operasi pencarian dijadwalkan kembali berlangsung Jumat pagi. Tim SAR akan kembali membagi kekuatan untuk pencarian laut dan penyisiran garis pantai.
Untuk sementara, motor yang ditemukan di kebun, pakaian dan telepon seluler di dalam jok, serta sandal di tepi pantai menjadi rangkaian petunjuk yang masih harus dijawab.
Sementara Rangga belum ditemukan, pencarian terus berjalan. Laut Pesisir Utara masih menyimpan tanda tanya yang hingga Kamis sore belum berhasil dipecahkan.***













