BOGOR – Niat mencari makan di warung pecel lele, tiga pria yang diduga komplotan pencuri telepon genggam (HP) spesialis angkutan kota (angkot) di Kota Bogor, Jawa Barat, justru berakhir apes. Belum sempat beranjak dari meja makan, ketiganya keburu diringkus polisi berpakaian preman.
Video penangkapan ketiga terduga pelaku beredar di media sosial dan menjadi perhatian warganet, Sabtu (7/11/2026). Dalam rekaman tersebut, ketiganya tampak tergeletak di sebuah warung pecel lele dengan tangan terikat kabel ties.
Ironisnya, di atas meja masih terlihat sisa-sisa makanan yang diduga baru saja mereka santap. Agenda makan yang semestinya menjadi waktu istirahat justru berubah menjadi akhir perjalanan pelarian mereka.
Sejumlah polisi berpakaian sipil terlihat mengamankan ketiganya tanpa banyak keributan. Setelah dibekuk, para terduga pelaku langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Bogor Tengah AKP Agus Kukyts Pramos membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut tiga orang yang diamankan diduga merupakan pelaku pencurian dengan sasaran penumpang angkot.
“Bahwa benar malam tadi telah kami amankan terduga pelaku pencurian spesialis dalam angkot sejumlah tiga orang,” kata Agus.
Ketiganya kini berada di kantor polisi. Penyidik masih mendalami keterlibatan masing-masing orang, termasuk kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain yang berkaitan dengan aksi pencurian tersebut.
“Untuk keperluan penyelidikan dan penyidikan, kami amankan untuk didalami TKP lain dan peranan masing-masing,” ujarnya.
Penangkapan ini juga menjadi perhatian karena sebelumnya beredar video lain yang memperlihatkan sejumlah terduga pelaku melarikan diri menggunakan mobil. Dalam rekaman tersebut, warga sempat melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor, tetapi kendaraan yang ditumpangi para pelaku berhasil lolos.
Polisi kini masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan jaringan maupun aksi pencurian lain yang melibatkan ketiga terduga pelaku.
Dari jalanan angkot hingga warung pecel lele, rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bagi penumpang transportasi umum agar tetap waspada menjaga barang bawaan. Sementara bagi ketiga pria tersebut, urusan makan malam kini harus diselingi pemeriksaan polisi, bukan lagi sekadar menunggu pesanan berikutnya.***













