JAKARTA – Nama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kembali dikaitkan dengan kemungkinan perombakan Kabinet Merah Putih. Namun hingga reshuffle kabinet yang digelar Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026), Sjafrie masih dipercaya menduduki kursi Menteri Pertahanan.
Dalam susunan terbaru Kabinet Merah Putih setelah reshuffle 1 Oktober 2026, Sjafrie Sjamsoeddin tetap tercatat sebagai Menteri Pertahanan.
Isu mengenai kemungkinan Sjafrie masuk daftar perombakan berikutnya disampaikan Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas. Ia menilai kedekatan personal Sjafrie dengan Prabowo sejak sama-sama berdinas di TNI tidak otomatis membuatnya kebal dari evaluasi.
Menurut Fernando, jika Presiden melakukan pergantian menteri, faktor yang semestinya menjadi pertimbangan adalah optimalisasi kinerja pemerintahan.
Ia mencontohkan keputusan Prabowo mengganti Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juni 2026. Dadan digantikan Nanik Suryati Deyang setelah Prabowo memutuskan melakukan pergantian pimpinan BGN.
Fernando kemudian menyoroti posisi Sjafrie yang menurutnya perlu dilihat dari fokus pelaksanaan tugas sebagai Menteri Pertahanan.
Ia juga mengaitkan isu tersebut dengan aktivitas politik Sjafrie sebelumnya serta munculnya namanya dalam bursa kandidat Pilpres 2029. Namun, pandangan mengenai adanya agenda politik pribadi tersebut merupakan analisis Fernando dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta mengenai niat politik Sjafrie.
“Prabowo akan mengangkat sosok yang lebih tepat pada posisi Menteri Pertahanan agar fokus mengurusi pertahanan serta tidak ada agenda politik pribadi untuk 2029,” kata Fernando dalam keterangannya Kamis (1/10).
Fernando menilai, apabila pada akhirnya Sjafrie benar-benar diganti, keputusan tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari evaluasi Presiden terhadap kinerja dan soliditas kabinet.
Meski demikian, sampai reshuffle 1 Oktober 2026 berlangsung, belum ada keputusan resmi yang menunjukkan Sjafrie akan dicopot dari jabatan Menteri Pertahanan.
Dalam reshuffle kali ini, sejumlah posisi strategis memang mengalami perubahan. Sugiono dipindahkan dari Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, sementara posisi Menteri Luar Negeri diisi Arrmanatha Nasir. Pergantian juga terjadi pada posisi Kapolri, dengan Komjen Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dengan demikian, isu mengenai Sjafrie untuk saat ini masih berada pada ranah prediksi dan analisis politik, bukan keputusan resmi pemerintah.
Jika benar terjadi reshuffle lanjutan pada Oktober, keputusan Presiden terkait posisi Menteri Pertahanan akan menjadi salah satu perubahan yang paling diperhatikan, mengingat posisi tersebut berkaitan langsung dengan kebijakan pertahanan nasional dan hubungan strategis di lingkup keamanan negara.***












