LAMPUNG TENGAH — Kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Tengah berganti penjaga. Sulpakar, birokrat senior yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekda Lampung Tengah.
Pelantikan berlangsung di aula utama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (1/10/2026) sore. Pergantian tersebut berlangsung ketika roda birokrasi Lampung Tengah berada dalam masa transisi setelah Sekda definitif sebelumnya, Welly Adiwantra, dinonaktifkan menyusul penahanannya oleh Polda Lampung dalam perkara dugaan korupsi rekrutmen tenaga honorer fiktif di Kota Metro.
Sulpakar bukan sekadar mengisi kursi yang kosong. Ia kini harus memastikan mesin birokrasi tetap berjalan ketika salah satu posisi kunci pemerintahan daerah mengalami pergantian.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dalam amanat pelantikan menegaskan bahwa rotasi dan penempatan jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. ASN, kata dia, harus siap ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.
“Sebagai abdi negara, tentu kita harus siap dan menerima ditugaskan di mana pun,” kata Komang Koheri, Jumat (2/10/2026).
Pesan itu menjadi relevan bagi Sulpakar. Dari lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung hingga sejumlah jabatan kepala daerah dan perangkat daerah, karier birokrat senior tersebut memang cukup panjang.
Sulpakar sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Lampung. Ia juga pernah dipercaya sebagai Plt. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Pj. Bupati Mesuji, hingga Pj. Wali Kota Bandar Lampung.
Kariernya di pemerintahan bahkan dimulai dari level kelurahan. Sulpakar tercatat pernah menjadi Lurah Kedamaian, Bandar Lampung, ketika mulai menapaki karier sebagai ASN pada 1994. Ia juga pernah bertugas cukup lama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Pengalaman panjang itu kini dibawa ke Lampung Tengah.













