KOTA BEKASI — Cibiran boleh berseliweran, tetapi warga tetap membutuhkan bukti nyata. Antusiasme masyarakat RW 09, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, menyambut kehadiran Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam peresmian Taman Pintar menjadi gambaran bagaimana pembangunan di lingkungan permukiman mendapat tempat di hati masyarakat, Rabu (28/10).
Taman yang dibangun melalui anggaran daerah melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Sepanjang Jaya itu diharapkan menjadi ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak. Bukan sekadar mempercantik lingkungan, fasilitas tersebut diarahkan menjadi tempat menumbuhkan kebiasaan membaca, interaksi sosial, dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Kehadiran taman Taman Pintar ini juga memunculkan pesan sederhana bagi mereka yang kerap mempertanyakan hasil kerja pemerintah: pembangunan tidak selalu harus hadir dalam bentuk gedung megah atau proyek bernilai fantastis.
Terkadang, ruang sederhana di lingkungan tempat tinggal justru memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, terutama anak-anak yang membutuhkan tempat bermain dan belajar secara aman.
Bagi warga, Taman Pintar menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan generasi muda. Anak-anak memperoleh ruang untuk beraktivitas dan mengenal kegiatan positif, sementara orang tua memiliki alternatif tempat bagi buah hati mereka untuk bermain tanpa harus selalu bergantung pada gawai.
Selama kepemimpinan Tri Adhianto, kritik terhadap kinerja Pemerintah Kota Bekasi terus menjadi bagian dari percakapan publik. Pertanyaan seperti mana hasil kerja wali kota hingga sindiran terhadap pembangunan kerap bermunculan. Kritik semacam itu merupakan bagian dari kontrol masyarakat yang wajar dalam pemerintahan demokratis.
Namun, menilai kinerja pemerintah juga membutuhkan ukuran yang jelas. Perbaikan sekolah, penanganan jalan rusak, pembangunan taman lingkungan, hingga kualitas pelayanan publik perlu dilihat berdasarkan hasil, pemerataan, dan manfaat yang benar-benar dirasakan warga.
Taman Pintar Sepanjang Jaya menjadi salah satu contoh pembangunan fasilitas lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung. Meski demikian, satu taman tentu tidak otomatis menjawab seluruh persoalan Kota Bekasi. Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari infrastruktur hingga kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.
Target 56 Taman Setiap Tahun, Berapa yang Sudah Diresmikan?
Dalam catatan resmi Pemerintah Kota Bekasi, Tri Adhianto pernah menegaskan target pembangunan 56 taman setiap tahun di seluruh kelurahan. Target tersebut disampaikan saat peresmian Taman Ciketing Udik 4 di Kecamatan Bantargebang pada 9 Juli 2025.
Rekam jejak publikasi Pemkot juga mencatat sejumlah peresmian taman lainnya. Pada 7 November 2025, Tri meresmikan lima taman bermain di Kecamatan Pondok Gede. Kemudian, pada 12 September 2026, dua taman, yakni Taman Asri 3 dan Taman Bahagia di wilayah RW 17, Kelurahan Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, turut diresmikan.
Peresmian Taman Pintar di Sepanjang Jaya turut dihadiri Camat Rawalumbu, unsur kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menghadirkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
Pembangunan melalui BKM juga menegaskan bahwa pengembangan lingkungan tidak semata-mata bergantung pada pemerintah kota. Partisipasi masyarakat, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan, menjadi bagian penting agar fasilitas yang dibangun dapat bertahan dan terus memberikan manfaat.
Semangat warga yang meneriakkan slogan “Bekasi Keren” menjadi ekspresi dukungan terhadap pembangunan di wilayah mereka. Namun, dukungan itu idealnya tidak berhenti pada seremoni atau slogan. Warga juga perlu terlibat dalam menjaga taman, memastikan fasilitas digunakan dengan baik, dan menyampaikan evaluasi apabila terdapat kekurangan.***













