KOTA BEKASI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 04 RW 02, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, membuktikan bahwa kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak harus digelar di lapangan megah atau panggung besar.
Meski hanya berlangsung di lingkungan RT, malam puncak HUT RI ke-81 yang digelar warga justru berlangsung meriah bak perayaan tingkat kecamatan. Diperkirakan sekitar 600 warga memadati lokasi acara, menyatukan anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak hingga para tokoh masyarakat dalam semangat merah putih.
Antusiasme warga begitu terasa sejak awal acara. Bukan hanya hiburan dan pembagian hadiah yang menjadi magnet, tetapi juga suasana kebersamaan yang membuat malam peringatan kemerdekaan itu terasa berbeda.
Di tengah keberagaman suku, agama, latar belakang warga asli maupun pendatang, masyarakat RT 04 RW 02 terlihat larut dalam satu semangat: Indonesia harus tetap bersatu.
Ketua RT 04 RW 02, Aang Supriyadi, menyampaikan rasa terima kasih atas kekompakan seluruh warga yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian peringatan HUT RI ke-81.
Menurutnya, kemeriahan malam puncak tersebut tidak akan terwujud tanpa kebersamaan dan partisipasi warga, termasuk dukungan dari para tokoh masyarakat di lingkungan RT 04 RW 02.
“Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah kompak, para tokoh masyarakat dan semua pihak yang telah hadir serta mendukung acara ini. Karena kekompakan warga, acara malam puncak ini bisa terlaksana dengan meriah,” ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri perwakilan Kelurahan Sepanjang Jaya, Jasuli, yang hadir menyampaikan sambutan mewakili Lurah Sepanjang Jaya. Sejumlah Ketua RT serta tokoh masyarakat juga turut hadir dalam malam puncak perayaan kemerdekaan tersebut.
Sebelumnya, warga telah menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81. Pesertanya melibatkan hampir seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak.
Malam puncak kemudian menjadi momentum pembagian hadiah sekaligus ajang silaturahmi warga.
Namun, di balik kemeriahan panggung sederhana dan hiburan warga, terselip cerita yang lebih dalam.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa kekompakan RT 04 RW 02 tidak hanya terlihat saat perayaan 17 Agustus. Mereka menilai pengurus lingkungan selama ini juga hadir dalam berbagai persoalan warga, mulai dari membantu warga yang sakit dan membutuhkan perawatan hingga membantu pengurusan administrasi seperti KTP, Kartu Keluarga, akta, serta kebutuhan pendidikan.
“RT itu harus selalu ada untuk masyarakat, bukan hanya muncul ketika ada urusan iuran bulanan,” celetuk salah seorang warga yang langsung disambut riuh dan tepuk tangan warga lainnya.
Warga pun menilai keberadaan RT seharusnya benar-benar menjadi garda terdekat pelayanan masyarakat. Bukan sekadar jabatan struktural di lingkungan, tetapi tempat pertama warga mengadu ketika menghadapi persoalan.
Bahkan, beberapa ibu-ibu yang hadir spontan menyebut RT 04 RW 02 sebagai “paket lengkap” karena dinilai mampu menghadirkan pelayanan sekaligus menciptakan suasana kekeluargaan.
Kemeriahan malam itu menjadi bukti bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan pesta mewah. Tidak ada gedung megah, tidak harus ada hidangan berlimpah atau panggung dengan peralatan mahal.
Justru dari kesederhanaan itulah warga menemukan hiburan dan kehangatan.
Anak-anak tertawa, ibu-ibu bercengkerama, para bapak berkumpul, sementara tokoh masyarakat dan warga dari berbagai latar belakang duduk dalam satu suasana tanpa sekat.
Semangat kebersamaan itu juga menjadi gambaran kuat keberagaman masyarakat di lingkungan tersebut. Dengan jumlah pemilih yang pada Pilkada 2024 disebut mencapai sekitar 1.400 orang, RT 04 RW 02 dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Namun perbedaan pilihan politik, suku, agama maupun status sebagai warga asli dan pendatang seolah tidak memiliki tempat pada malam perayaan kemerdekaan.
Yang terlihat hanya satu warna: merah putih.
Malam puncak HUT RI ke-81 di RT 04 RW 02 Sepanjang Jaya itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pesta lingkungan. Acara tersebut menjadi ruang untuk kembali mengingat makna kemerdekaan dan pentingnya menjaga persatuan dari lingkup terkecil.
Sebab, ketika ratusan warga mampu berkumpul, tertawa dan bergembira dalam kesederhanaan, mungkin di situlah semangat Indonesia benar-benar hidup.
Dari sebuah RT, rasa persatuan itu menjalar luas seolah satu lingkungan kecil sedang merayakan Indonesia dalam skala kecamatan.***













