Scroll untuk baca artikel
HUKRIM

Terungkap! Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Diduga Tiru Cara dari Film

×

Terungkap! Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tersangka Diduga Tiru Cara dari Film

Sebarkan artikel ini
Dwi Bagus Martono (40) diduga menghabisi Dini Hardiyanti (30), istri sirinya, dan anak mereka, Arshaka Ghafa El Faezya (4), di Madiun, Jawa Timur, pada 20 September 2026 - foto dok

MADIUN — Rencana merayakan ulang tahun anak berusia empat tahun berubah menjadi tragedi pembunuhan. Dwi Bagus Martono (40) diduga menghabisi Dini Hardiyanti (30), istri sirinya, dan anak mereka, Arshaka Ghafa El Faezya (4), di Madiun, Jawa Timur, pada 20 September 2026. Polisi menyebut tersangka mengaku mendapat inspirasi untuk menghilangkan jejak dari film yang ditontonnya. Pengakuan itu masih perlu didalami penyidik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Roy H.M. Sihombing menjelaskan, tersangka dan Dini menginap di sebuah hotel di Kota Madiun sejak 19 September 2026 untuk merayakan ulang tahun Arshaka. Namun, situasi berubah setelah istri sah tersangka meminta dijemput dari luar kota.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Roy, Bagus kemudian beralasan kepada Dini bahwa mobilnya rusak. Dini diduga cemburu dan mempertanyakan sikap tersangka yang dianggap membiarkannya. Perselisihan itu berujung pada dugaan pembunuhan sehari kemudian.

BACA JUGA :  Identitas Karyawan Koperasi Tewas di Pesawaran Terungkap, Ada Memar Melingkar di Leher

Polisi menduga Dini dicekik hingga meninggal dunia di kamar hotel. Setelah itu, anak berusia empat tahun tersebut diturunkan ke mobil dan diduga turut dibunuh dengan cara dicekik. Tersangka kemudian membawa jasad Dini menggunakan sleeping bag ke rumahnya.

Dalam pengungkapan kasus, polisi menyebut jasad kedua korban dibakar dan dimasukkan ke mesin penggiling daging. Setelah itu, jasad kembali dibakar. Menurut keterangan Roy, tersangka diduga berencana membuang sisa jasad ke laut. Rangkaian tindakan tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan untuk mengungkap seluruh fakta perkara.

Roy mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal dan pengakuan tersangka, ide untuk menghilangkan jejak diduga berkaitan dengan film yang ditontonnya. Namun, polisi belum menyimpulkan film tertentu sebagai sumber inspirasi tindakan tersebut.

BACA JUGA :  2 Pengedar Narkoba di Tangkap di Bekasi Bersama Puluhan Kilo Ganja

“Dia juga suka menonton film-film,” kata Roy seusai konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026).

Polisi juga menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan tersangka memiliki kemampuan intelektual tinggi. Roy menyebut Bagus memiliki IQ kategori superior. Meski demikian, tingkat kecerdasan maupun kebiasaan menonton film tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab seseorang melakukan kejahatan. Motif dan rangkaian perbuatannya tetap harus dibuktikan melalui penyidikan.

Sebelum tersangka ditangkap, Dini dan anaknya dilaporkan hilang sejak 20 September 2026. Kasus itu menjadi perhatian publik setelah kabar hilangnya ibu dan anak tersebut beredar di media sosial. Keluarga mencari keduanya selama lebih dari sebulan, sementara penyelidikan polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang kemudian mengarah kepada Bagus, yang juga diketahui menghilang.

BACA JUGA :  Arena Sabung Ayam di Sribhawono Gerebek Polisi, 2 Ekor Ayam Jago Diamankan

Informasi yang beredar sebelumnya menyebut Dini sempat terlibat pertengkaran dengan tersangka di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo. Perselisihan itu disebut berkaitan dengan ponsel yang dibanting dan dugaan Dini ditinggalkan di jalan. Namun, detail tersebut perlu ditempatkan sebagai informasi awal yang beredar, bukan kesimpulan akhir penyidik.

Kini, polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara utuh pembunuhan ibu dan anak tersebut, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta ada tidaknya korban lain. Di balik rencana perayaan ulang tahun yang semestinya menjadi momen bahagia, penyidik masih harus menjawab pertanyaan tentang bagaimana konflik pribadi berujung pada kejahatan yang begitu keji.***