Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Bukan Karena Ipar Wali Kota, Solikhin Berhak Diuji di Bursa Sekda Kota Bekasi

×

Bukan Karena Ipar Wali Kota, Solikhin Berhak Diuji di Bursa Sekda Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini
Foto kolase empat kandidat Sekda Kota Bekasi - dok ist

Posisinya sebagai kerabat kepala daerah kemudian menjadi sorotan tersendiri. Tetapi sorotan tersebut seharusnya tidak menggantikan proses penilaian yang dilakukan panitia seleksi.

Jika terdapat kekhawatiran mengenai potensi keberpihakan, maka yang harus diperiksa adalah mekanisme seleksinya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Juaini menilai transparansi merupakan kunci untuk menjawab berbagai kekhawatiran yang muncul.

“Ujiannya terbuka, ada assessment kompetensi dan ada proses penilaian. Karena itu yang harus kita kawal adalah prosesnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Isu Pergantian Pj Wali Kota Bekasi, Gani: Itu Informasi Hoaks

Dengan proses yang transparan, publik dapat mengetahui bahwa setiap kandidat memperoleh kesempatan yang sama untuk membuktikan kemampuan.

Jika kemudian Solikhin memperoleh hasil terbaik, maka hasil tersebut harus dapat dijelaskan berdasarkan proses penilaian.

Juaini juga meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan stigma kepada Solikhin.

Menurutnya, kritik terhadap proses seleksi tetap diperlukan, tetapi tidak seharusnya berkembang menjadi penghakiman terhadap pribadi kandidat.

“Jangan membunuh karakter dan jangan membunuh karier orang hanya karena dikaitkan dengan hubungan keluarga,” katanya.

Ia mengajak masyarakat melihat perjalanan karier seorang ASN secara lebih utuh.

BACA JUGA :  Viral Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot di Mina, Wamenhaj Sidak: Tanah Suci Bukan Tempat Branding Pejabat

Menurut dia, seseorang harus diberi kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya melalui mekanisme yang berlaku.

“Biarkan proses berjalan. Jangan berprasangka buruk dan jangan menghakimi sebelum prosesnya selesai,” ujarnya.

Juaini menegaskan, siapa pun yang akhirnya terpilih menjadi Sekda Kota Bekasi harus dihormati apabila prosesnya berlangsung sesuai ketentuan.

Jika Solikhin memperoleh hasil terbaik melalui proses yang objektif, maka hasil tersebut harus diterima sebagai konsekuensi dari sistem seleksi.

Begitu pula apabila kandidat lain yang memperoleh hasil terbaik.

BACA JUGA :  Kejagung Kepung Kantor Pemkot Bekasi, Bapenda hingga PT Migas Digeledah: LINAP Minta Kasus Dibongkar Total

“Kalau memang hasil seleksi menunjukkan Solikhin memperoleh nilai terbaik karena kemampuannya, tentu tidak ada alasan untuk meragukan hasil tersebut hanya karena hubungan keluarga. Tetapi kalau kandidat lain yang terbaik, hasil itu juga harus dihormati,” katanya.

Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh proses bukan memenangkan seseorang, melainkan mendapatkan Sekda yang mampu menjalankan tugas pemerintahan Kota Bekasi.

“Semoga Allah memberikan yang terbaik dari yang baik untuk Sekda Kota Bekasi,” ujarnya.***