Posisinya sebagai kerabat kepala daerah kemudian menjadi sorotan tersendiri. Tetapi sorotan tersebut seharusnya tidak menggantikan proses penilaian yang dilakukan panitia seleksi.
Jika terdapat kekhawatiran mengenai potensi keberpihakan, maka yang harus diperiksa adalah mekanisme seleksinya.
Juaini menilai transparansi merupakan kunci untuk menjawab berbagai kekhawatiran yang muncul.
“Ujiannya terbuka, ada assessment kompetensi dan ada proses penilaian. Karena itu yang harus kita kawal adalah prosesnya,” ujarnya.
Dengan proses yang transparan, publik dapat mengetahui bahwa setiap kandidat memperoleh kesempatan yang sama untuk membuktikan kemampuan.
Jika kemudian Solikhin memperoleh hasil terbaik, maka hasil tersebut harus dapat dijelaskan berdasarkan proses penilaian.
Juaini juga meminta masyarakat tidak terburu-buru memberikan stigma kepada Solikhin.
Menurutnya, kritik terhadap proses seleksi tetap diperlukan, tetapi tidak seharusnya berkembang menjadi penghakiman terhadap pribadi kandidat.
“Jangan membunuh karakter dan jangan membunuh karier orang hanya karena dikaitkan dengan hubungan keluarga,” katanya.
Ia mengajak masyarakat melihat perjalanan karier seorang ASN secara lebih utuh.
Menurut dia, seseorang harus diberi kesempatan untuk membuktikan kapasitasnya melalui mekanisme yang berlaku.
“Biarkan proses berjalan. Jangan berprasangka buruk dan jangan menghakimi sebelum prosesnya selesai,” ujarnya.
Juaini menegaskan, siapa pun yang akhirnya terpilih menjadi Sekda Kota Bekasi harus dihormati apabila prosesnya berlangsung sesuai ketentuan.
Jika Solikhin memperoleh hasil terbaik melalui proses yang objektif, maka hasil tersebut harus diterima sebagai konsekuensi dari sistem seleksi.
Begitu pula apabila kandidat lain yang memperoleh hasil terbaik.
“Kalau memang hasil seleksi menunjukkan Solikhin memperoleh nilai terbaik karena kemampuannya, tentu tidak ada alasan untuk meragukan hasil tersebut hanya karena hubungan keluarga. Tetapi kalau kandidat lain yang terbaik, hasil itu juga harus dihormati,” katanya.
Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh proses bukan memenangkan seseorang, melainkan mendapatkan Sekda yang mampu menjalankan tugas pemerintahan Kota Bekasi.
“Semoga Allah memberikan yang terbaik dari yang baik untuk Sekda Kota Bekasi,” ujarnya.***













