“Saya juga baru mas, dilantik kemarin. sebelumnya saya sebagai Sekdes, tapi semenjak saya menjabat Sebagai kepala desa saya belum terima koordinasi atau bantuan apapun dari pengelola pasir tersebut,”tegasnya polos membenarkan lahan itu milik Sutrisno.
Ketut pihak yang disebut Sutrisno sebagai pengelola lahan miliknya saat dimintai keterangan, mengakui jika lokasi itu dijadikan tempat penambangan pasir.
Ia pun mengakui jika memiliki satu mesin penyedot. Namun Ketut menegaskan jika dia sistemnya melakukan penyedotan dan membeli pasir tersebut kepada Sutrisno selaku pemilik lahan.
“Jika pak Sutrisno mengatakan bahwa saya yang mengelola semuanya tidak benar. Di sana (lokasi tambang) kan ada pengurusnya.Langsung saja mas,”ujarnya menyebut nama Dullah sebagai pengurusnya, kepada Wawai News, Minggu 9 Juni 2024.
Sayangnya Dullah saat di hubungi melalui telpon, tersambung dengan istrinya yang mengatakan bahwa Dullah lagi keluar rumah dan handpon Dullah tertinggal di rumah.***