Scroll untuk baca artikel
Lampung

8 Kades di Way Jepara Walk Out dari Musrenbang, Ketua NasDem: Saya Dukung dan Itu Wajar 

×

8 Kades di Way Jepara Walk Out dari Musrenbang, Ketua NasDem: Saya Dukung dan Itu Wajar 

Sebarkan artikel ini
Yusron Amirullah, Ketua NasDem Lampung Timur - foto doc Wawai NEWS

“Kadang kadang, pengen nyalon Kades juga, ” ujar Yusron karena gemes.

Bikin Nyesek, Uang Amplop Rp40 Juta di Gunung Sugih Besar Ludes Digondol Maling

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Mau nyalon kades nya di tekan-tekan. Mestinya kadesnya di pikirkan jangan di sia-sia kan, ” pungkasnya.

Dawam Dinilai Gagal Kelola Tata Pemerintahan di Lampung Timur, Gegara Ini

Untuk diketahui bahwa pernyataan Kanjeng Yusron selalu Ketua NasDem Lampung Timur dirangkum wawai news dari obrolan di grup Lampung Tenggara yang telah meminta izin untuk dijadikan bahan pemberitaan.

BACA JUGA :  Kebiasaan Buruk, Warga Batanghari Lampung Timur Masih Cuci Jeroan Hewan Kurban di Aliran Irigasi

Sebelumnya diketahui Kegiatan Musrenbang digelar di Kecamatan Way Jepara. Namun Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi di buat emosi, oleh Sejumlah Kepala Desa (Kades) memilih yang meninggalkan ruangan saat acara Musrenbang sedang berlangsung.

Warga Sekampung Udik Ramai Pasang Status Imbauan Kapolres Soal Orgen Tunggal di WhatsApp

Di ketahui Peristiwa tersebut terjadi saat Kegiatan Musrenbang tingkat kecamatan di Desa Labuhan Ratu Baru, Kecamatan Way Jepara, Senin (13/2/23).

BACA JUGA :  Kepulangan Brimobda Lampung dari Papua Disambut Kapolda

Delapan desa yang keluar ruangan sebelum acara selesai tersebut yaitu, Kades Braja Asri; Braja Dewa, Sriwangi, Sumur Bandung, Sri Rejosari, Sumberejo, Labuhan Ratu Danau, Braja Fajar dan Sumber Marga.

Kapolda Lampung Gelar Jumat Curhat di Pure DGM Sekampung Udik, Warga Keluhkan Soal Penculikan Anak

Kepala Desa Braja Asri Darusman mengatakan dirinya dan rekan rekan kades lainnya sengaja keluar ruangan sebelum Musrenbang selesai karena usulan pembangunan mereka tidak pernah di realisasi.

“Untuk apa mengikuti sampai selesai sudah jelas desa saya dan 7 desa lainnya yang ikut keluar tidak mendapatkan pembangunan apapun” Ujar Darusman.

BACA JUGA :  LBH Tuding PTUN Maladministrasi Terkait Putusan Penolakan Gugatan Mahasiswa Teknokrat

Dikatakan sejak sekitar tiga tahun sebelumnya hanya desa desa tertentu yang selalu mendapat prioritas pembangunan sehingga persoalan tersebut yang memicu delapan kades keluar ruangan sebelum acara selesai.

Mantan Camat Sekampung Udik dan Kades Gunung Agung jadi tersangka dugaan mafia tanah di Malangsari

Menanggapi persoalan tersebut Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menilai delapan kepala desa yang keluar sebelum acara selesai dinilai tidak memiliki etika.