Scroll untuk baca artikel
Internasional

Iran Minta Maaf Setelah Serang Negara Tetangga: “Target Kami Pangkalan AS, Bukan Anda”

×

Iran Minta Maaf Setelah Serang Negara Tetangga: “Target Kami Pangkalan AS, Bukan Anda”

Sebarkan artikel ini
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: dok. Reuters)

WawaiNEWS.ID – Presiden Masoud Pezeshkian akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga yang wilayahnya ikut terdampak serangan militer Iran. Permintaan maaf itu disampaikan Sabtu (7/3), sekitar sepekan setelah konflik terbuka antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pecah.

Iran sebelumnya meluncurkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Yordania, dan Bahrain.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Target utama serangan tersebut, menurut Teheran, adalah pangkalan militer AS yang berada di wilayah negara-negara tersebut bukan pemerintah atau rakyat setempat.

BACA JUGA :  Alhamdulillah, Jasad Eril Putra Sulung Gubernur Jabar Ditemukan

“Saya harus meminta maaf atas nama pribadi dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang Iran,” kata Pezeshkian, dikutip dari AFP.

Pernyataan itu terdengar seperti penjelasan yang agak diplomatis: serangan memang terjadi, tetapi sasaran sebenarnya bukan negara yang diserang.

Operasi militer Iran merupakan respons atas serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas strategis Iran pada Februari lalu. Eskalasi tersebut dengan cepat mengubah konflik terbatas menjadi krisis regional yang melibatkan sejumlah negara Timur Tengah.

Banyak negara di kawasan Teluk menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Ketika Iran melancarkan serangan balasan, fasilitas-fasilitas itu otomatis berada di wilayah negara yang bukan pihak langsung dalam konflik.

BACA JUGA :  Kesepakatan UEA-Israel Pengkhianatan tertinggi

Akibatnya, perang dua negara besar kawasan itu secara praktis menyentuh halaman rumah para tetangganya.

Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara Iran telah memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga.

“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sudah sepakat tidak akan lagi menyerang negara tetangga,” ujarnya.

Pesan itu tampaknya ingin menenangkan kawasan yang mulai khawatir konflik berubah menjadi perang regional berskala luas.

Namun pesan damai itu datang dengan satu catatan penting, Iran tidak akan berhenti melawan Israel dan Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah Diklaim Terbunuh Dalam Serangan Angkatan Udara Israel

Di tengah tekanan militer dari Washington dan Tel Aviv, Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan tunduk.

“Musuh Iran harus membawa keinginan itu ke liang kubur untuk melihat rakyat Iran menyerah tanpa syarat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan dua pesan yang berjalan bersamaan, permintaan maaf kepada tetangga, tetapi tetap perlawanan keras kepada musuh utamanya.

Dalam bahasa diplomasi Timur Tengah, itu kira-kira berarti, maaf kalau halaman Anda ikut kena, tetapi perang kami masih jauh dari selesai.***