PALEMBANG – Rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Selatan (DPRD Sumsel) mendadak menjadi bahan perbincangan publik. Bukan karena prestasi olahraga yang gemilang, melainkan karena nilai anggarannya yang nyaris setengah miliar rupiah.
Berdasarkan data dalam sistem Rencana Umum Pengadaan (RUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), total pagu anggaran untuk pengadaan dua meja biliar tersebut mencapai Rp486,9 juta.
Anggaran itu terbagi menjadi dua paket pengadaan. Meja biliar untuk rumah dinas Ketua DPRD Sumsel dianggarkan Rp151 juta, sementara untuk rumah dinas Wakil Ketua III mencapai Rp335,9 juta.
Angka tersebut sontak membuat publik bertanya-tanya: apakah meja biliar itu terbuat dari kayu biasa, atau mungkin dari kayu yang pernah memenangkan kejuaraan dunia?
Sekretaris DPRD Sumsel, H. Aprizal, menjelaskan bahwa rencana pengadaan tersebut berasal dari usulan pimpinan dewan, bukan dari Sekretariat DPRD.
“Iya, itu usulan dari pimpinan, bukan dari Sekretariat,” ujar Aprizal, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, pihak sekretariat hanya menjalankan usulan fasilitas yang diajukan untuk rumah dinas pimpinan.
Aprizal juga menyebut usulan tersebut dinilai cukup wajar, mengingat Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel.
“Karena ketua kan ketum biliar Sumsel, jadi wajar,” katanya.
Pernyataan itu pun memunculkan candaan di kalangan warganet. Sebagian berseloroh bahwa rumah dinas dewan mungkin sebentar lagi bisa berubah fungsi menjadi arena latihan nasional.
Meski menuai sorotan, Aprizal memastikan pengadaan tersebut belum dilaksanakan.
Menurutnya, rencana itu baru dimasukkan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) dan belum masuk tahap pembelian.
“Belum dilaksanakan. Itu baru tahap perencanaan di SIRUP,” jelasnya.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti alasan hanya dua dari empat pimpinan DPRD yang mendapatkan fasilitas meja biliar tersebut.
Selain itu, pihak sekretariat juga masih akan menelusuri perbedaan nilai anggaran antara meja biliar yang diusulkan untuk ketua dan wakil ketua.
“Nanti kami cek dulu ke bagian umum, kenapa anggarannya berbeda,” ujarnya.
Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, menegaskan bahwa pengadaan tersebut masih sebatas rencana dan belum tentu direalisasikan.
“Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat signifikan, maka pengadaan tersebut bisa ditinjau ulang bahkan dibatalkan,” ujarnya.
Pernyataan itu sedikit meredakan polemik. Namun di media sosial, perdebatan tetap bergulir.
Sebagian publik menilai hal itu karena keburu diketahui, jika tidak ada perbincangan bisa dipastikan lolos dan mendarat mulus di rumah dinas ketua dan wakil ketua dewan. “Kalau memang jadi dibeli, semoga minimal bisa sekalian menghasilkan atlet biliar kelas dunia.”ujar netizen.***







