NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) bersiap menghadapi lonjakan kunjungan masyarakat selama libur panjang nasional yang mencakup Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H. Bukan sekadar siap, kawasan ini kini berada dalam mode “all out” dari pengamanan hingga pelayanan publik.
Kesiapan tersebut ditandai lewat Apel Pengamanan di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Selasa (17/3/2026). Deputi Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati, menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor.
“Kalau ada pelanggaran, tegur secara humanis dulu,” pesannya sebuah pendekatan yang terdengar hangat, meski tetap menyiratkan bahwa aturan tetaplah aturan.
IKN Jadi Destinasi “Wisata Pemerintahan”
Selama periode libur, masyarakat tak hanya datang untuk melihat proyek ibu kota masa depan, tapi juga menikmati berbagai fasilitas yang kini dibuka untuk publik. Beberapa titik favorit yang disiapkan antara lain:
- Plaza Bhinneka (ruang publik ikonik)
- Kawasan Glamping IKN (buat yang ingin ‘healing’ versi ibu kota baru)
- Embung MBH (oase hijau di tengah pembangunan)
Dengan konsep ruang terbuka dan nuansa modern, IKN perlahan menjelma bukan hanya pusat pemerintahan, tapi juga destinasi wisata baru meski masih dalam tahap “work in progress”.
Belajar dari Nataru: 300 Ribu Pengunjung, Bukan Angka Kecil
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung bukan hal baru. Pada periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026 saja, jumlahnya tembus sekitar 300 ribu orang.
Artinya, potensi “membludak” saat libur kali ini bukan sekadar kemungkinan—tapi hampir bisa dibilang tradisi baru.
“Otorita IKN terus berusaha memberikan pelayanan terbaik. Semangat kami adalah Nyaman Bersama,” jelas Troy.
Kalimat ini terdengar sederhana, tapi implikasinya besar: bagaimana membuat ratusan ribu orang merasa nyaman di kawasan yang sebagian masih dibangun.
Aturan Tetap Berlaku: Ini Bukan Taman Biasa
Di balik suasana santai liburan, pengunjung tetap diingatkan untuk:
- Berpakaian sopan
- Tidak merokok di area tertentu
- Mematuhi aturan kawasan, khususnya di KIPP
Pesan implisitnya cukup jelas: IKN bukan sekadar tempat wisata dadakan atau latar konten media sosial. Ini adalah kawasan strategis negara yang “kebetulan” bisa dikunjungi publik.
Antara Antusiasme dan Realita
IKN saat ini berada di fase unik setengah proyek pembangunan, setengah destinasi publik. Antusiasme masyarakat tinggi, tapi tantangan pengelolaan juga tak kalah besar: parkir, kebersihan, hingga arus kunjungan.
Otorita IKN memastikan semua aspek tersebut telah diantisipasi. Namun seperti biasa, ujian sesungguhnya bukan saat apel kesiapan melainkan saat ribuan orang benar-benar datang bersamaan.
Sedikit satir, tapi relevan:
IKN kini bukan hanya diuji sebagai ibu kota masa depan, tapi juga sebagai “tuan rumah liburan nasional”. Dan seperti tuan rumah pada umumnya, kesuksesan acara bukan hanya soal persiapan tapi juga perilaku tamunya.
Jadi, jika Anda berencana berkunjung ke IKN libur ini, silakan menikmati. Tapi ingat: ini bukan sekadar jalan-jalan ini juga latihan jadi warga ibu kota baru.***











